Dari Hutan Gundul hingga Listrik Desa, Kisah Sukses Program Energi Berdikari Pertamina
Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina sejak 2018 telah mengubah kehidupan warga di berbagai desa. Di Desa Tumpak, Lombok Tengah, hutan kembali hijau dan ekonomi tumbuh. Di Dusun Bondan, Cilacap, listrik dan air bersih kini tersedia. Hingga kini, 310 desa telah dikembangkan dengan target 732 desa pada 2030, menghasilkan nilai ekonomi kerakyatan lebih dari Rp26 miliar per tahun.
Kehidupan warga di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Dusun Bondan, Cilacap, Jawa Tengah, mengalami perubahan signifikan berkat program Desa Energi Berdikari (DEB) yang diinisiasi PT Pertamina (Persero) sejak 2018. Program ini tidak hanya menghadirkan energi terbarukan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di Desa Tumpak, Burhanudin bersama warga berhasil menghijaukan kembali kawasan hutan lindung yang sempat gundul pada 2018. Sekitar 30 ribu pohon kini tumbuh di area tersebut, membuka peluang ekonomi baru seperti peternakan, ekowisata yang menarik sekitar 800 wisatawan per tahun, dan produk turunan kelapa seperti cocopeat, virgin coconut oil (VCO), serta briket. Kegiatan ini melibatkan 60 tenaga kerja dan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp60 juta per tahun, didukung panel surya berkapasitas 6,6 kWp.
"Semakin banyak pohon yang tertanam, semakin banyak sumber perekonomian baru yang tumbuh di desa ini," ujar Burhanudin dalam acara DETalk "Desa Berdaya, Energi Terjaga: Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan" yang digelar daring, Senin (2/11).
Perubahan serupa dirasakan Jamaludin, penggerak masyarakat Dusun Bondan, Cilacap. Hingga 2017, dusun tersebut belum teraliri listrik dan warga harus menempuh perjalanan sekitar 7 kilometer menggunakan perahu untuk mendapatkan air bersih. Kehadiran pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) mengubah kehidupan warga: listrik menerangi rumah, menggerakkan aerator tambak, dan teknologi desalinasi mengolah air payau menjadi air bersih. Para ibu mendapat pelatihan mengolah hasil tambak, sementara koperasi desa menjaga keberlanjutan operasional PLTH melalui iuran Rp25 ribu per bulan per keluarga. Dusun Bondan bahkan menjadi laboratorium belajar bagi mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap.
"Program ini telah kami buktikan berjalan baik dan memberi manfaat nyata dan luas bagi masyarakat Dusun Bondan," kata Jamaludin, penerima Local Hero Award TJSL Pertamina Group 2023.
VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menjelaskan bahwa DEB dikembangkan melalui tiga kategori: Ketahanan Pangan, Pesisir Modern, dan Wisata Energi, dengan tahapan DEB Putih, Hijau, Biru, hingga Siap Mandiri. Hingga kini, 310 desa telah dikembangkan dan 24 desa dalam proses, dengan 60 persen di antaranya berada di luar Pulau Jawa. Jumlah DEB ditargetkan mencapai 334 desa pada akhir 2026 dan 732 desa pada 2030.
"Kami berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, berbasis sumber daya lokal," ujar Rudi.
Dampak program terlihat dari pemanfaatan berbagai sumber energi seperti tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel, dan pembangkit hibrida, dengan total kapasitas listrik 1,595 juta Wp dan 973 ribu meter kubik biogas. Di sektor pangan, DEB menghasilkan lebih dari 21 ribu ton beras dan 5 ribu ton komoditas nonberas dari lahan sekitar 2.000 hektare, serta kontribusi 390 ton ikan tangkap per tahun di sektor perikanan. Nilai ekonomi kerakyatan mencapai lebih dari Rp26 miliar per tahun dengan penerima manfaat lebih dari 283 ribu orang. Beberapa desa mengembangkan wisata, seperti Ekowisata DEB Uma Palak di Denpasar (Rp540 juta/tahun) dan Kampung Kepiting di Cilacap (Rp601 juta/tahun).
Selain itu, 223 local hero telah tersertifikasi sebagai operator energi baru terbarukan (EBT). Di Desa Keliki, Ubud, produktivitas pertanian meningkat dengan frekuensi panen padi dari sekali menjadi hingga tiga kali setahun dan hasil panen naik dari 3-4 ton menjadi 7 ton per hektare. DEB Watumite di Ende juga menjaga ketersediaan listrik dan internet saat bencana. Program ini berkontribusi pada pengurangan emisi lebih dari 1,1 juta ton CO2 ekuivalen dan pengelolaan 145 ribu ton sampah per tahun, didukung kolaborasi pentahelix dengan 13 perguruan tinggi yang menghadirkan 40 jenis teknologi tepat guna di 134 desa.
Melalui DEB, Pertamina memastikan transisi energi berjalan seiring pemberdayaan masyarakat, membuktikan bahwa energi berkelanjutan mampu menghidupkan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup desa.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)