Waspadai 7 Tanda HP Sedang Disadap, dari Baterai Boros hingga Aplikasi Asing

Penyadapan ponsel dapat terjadi tanpa disadari dan berisiko mencuri data pribadi. Kenali tanda-tandanya, seperti baterai cepat habis, HP lemot, muncul aplikasi asing, hingga aktivitas mencurigakan. Jika menemukan gejala tersebut, segera ganti PIN, ubah kata sandi email, periksa keamanan perangkat, lakukan reset pabrik, atau hubungi operator seluler untuk mengamankan perangkat dan akun.

Nov 04, 2026 - 04:02
Updated: 1 day ago
0
Waspadai 7 Tanda HP Sedang Disadap, dari Baterai Boros hingga Aplikasi Asing
Waspadai 7 Tanda HP Sedang Disadap, dari Baterai Boros hingga Aplikasi Asing

Penyadapan ponsel menjadi ancaman keamanan yang perlu diwaspadai setiap pengguna. Tanpa disadari, perangkat bisa disusupi perangkat lunak berbahaya yang memantau aktivitas hingga mencuri data pribadi. Informasi yang dicuri berpotensi diperjualbelikan atau disalahgunakan untuk penipuan dan transaksi keuangan ilegal.

Oleh karena itu, pengguna perlu mengenali sejumlah gejala yang menandakan adanya aktivitas mencurigakan pada ponsel. Merujuk Lifewire, setidaknya ada tujuh ciri yang patut dicurigai. Pertama, baterai tiba-tiba lebih cepat habis karena perangkat lunak berbahaya berjalan di latar belakang dan membuat ponsel bekerja lebih keras. Namun, baterai boros juga bisa disebabkan aplikasi latar belakang atau kesehatan baterai yang menurun.

Kedua, performa ponsel mendadak melambat. Aplikasi berbahaya yang berjalan tanpa diketahui dapat membebani sistem. Meski demikian, HP lemot juga bisa dipicu banyaknya aplikasi yang berjalan bersamaan. Ketiga, muncul aktivitas mencurigakan seperti aplikasi terbuka sendiri atau riwayat aktivitas yang tidak dikenali. Hal ini dapat menjadi indikasi akses tidak sah ke perangkat.

Keempat, terdapat aplikasi asing yang tidak pernah diunduh pengguna. Penjahat siber kerap memanfaatkan malware untuk mengakses informasi dan memantau aktivitas. Jika menemukannya, periksa asal dan fungsi aplikasi, lalu hapus jika mencurigakan. Kelima, ada riwayat panggilan atau SMS tidak dikenal, misalnya pesan terkirim ke nomor asing padahal pengguna tidak pernah mengirimnya.

Keenam, periksa pengaturan pengalihan panggilan atau call forwarding. Pada jaringan tertentu, kode *#21# dapat digunakan untuk memeriksa status pengalihan panggilan. Namun, kode ini bukan alat deteksi penyadapan langsung karena informasi yang ditampilkan bergantung pada operator. Ketujuh, periksa keamanan akun email, media sosial, dan aplikasi pesan instan. Tautan mencurigakan dapat mengarahkan korban ke situs berbahaya atau memasang aplikasi tanpa disadari.

Jika menemukan tanda-tanda tersebut, pengguna dapat melakukan langkah pengamanan. Pertama, ganti PIN, pola, atau kata sandi layar ponsel dan hindari kombinasi angka mudah ditebak seperti tanggal lahir. Kedua, ubah kata sandi email, terutama jika ada aktivitas mencurigakan, serta periksa pengaturan pemulihan akun dan email cadangan.

Ketiga, gunakan fitur pemeriksaan keamanan perangkat seperti Device Care yang tersedia di menu pengaturan. Nama dan kemampuannya berbeda tergantung merek dan sistem operasi. Keempat, pertimbangkan reset pabrik jika masalah berlanjut. Langkah ini menghapus data dan aplikasi, termasuk malware, sehingga pengguna wajib mencadangkan data penting terlebih dahulu.

Kelima, hubungi layanan pelanggan operator seluler jika mencurigai penyalahgunaan nomor telepon atau kartu SIM. Operator dapat membantu memeriksa layanan yang terhubung dan menentukan langkah pengamanan, termasuk pemblokiran sementara bila ditemukan indikasi penyalahgunaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User