Harga Tepung Naik, Menteri UMKM Minta Kemendag Turun Tangan Lakukan Operasi Pasar

Menteri UMKM Maman Abdurrahman meminta harga tepung di pasaran dikendalikan agar tidak membebani pelaku usaha mikro yang bergantung pada bahan baku tersebut. Jika terjadi kenaikan, ia akan berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan untuk mengintervensi lewat operasi pasar. Keluhan datang dari pedagang cilor dan takoyaki di Jakarta yang menghadapi kenaikan harga tepung hingga Rp6 ribu per kilogram.

Nov 04, 2026 - 00:02
Updated: 9 hours ago
0
Harga Tepung Naik, Menteri UMKM Minta Kemendag Turun Tangan Lakukan Operasi Pasar
Harga Tepung Naik, Menteri UMKM Minta Kemendag Turun Tangan Lakukan Operasi Pasar

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya pengendalian harga tepung di pasaran. Menurutnya, langkah itu diperlukan agar pelaku usaha mikro yang menjadikan tepung sebagai bahan baku utama tidak menanggung beban berlebih.

Maman menilai persoalan ini bukan sekadar soal harga murah atau mahal. Yang terpenting, kata dia, harga tepung tetap selaras dengan kebutuhan para pengusaha mikro agar usaha mereka bisa terus berjalan.

"Kita tentunya berharap agar harga itu bisa terkendali. Kalau semangat dari kita, harga itu semua terkendali. Kita tidak ingin mengatakan besar kecil, tapi harus terkendali, disesuaikan dengan kebutuhan teman-teman pengusaha mikro," ujar Maman di kantor Kementerian UMKM, Jakarta Selatan, Selasa (3/11).

Jika di lapangan terjadi kenaikan harga tepung, Maman memastikan pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah intervensi melalui skema operasi pasar.

"Selama ini sih kalau ada info itu Kementerian Perdagangan akan langsung tindaklanjuti," ujarnya.

Kekhawatiran soal harga tepung memang bukan tanpa alasan. Sejumlah pedagang makanan berbahan dasar tepung mengaku mulai menghadapi kenaikan bahan baku dalam beberapa pekan terakhir.

Seorang pedagang makanan kecil berbahan kentang dan otak-otak di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, menyebut harga tepung per kilogram naik dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu. Kenaikan itu dirasakan dalam beberapa waktu belakangan.

Tren serupa juga dialami pedagang cilor di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Pedagang Cilor Al Sakti menyebut harga tepung tapioka yang ia gunakan kini mencapai Rp16 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp14 ribu per kilogram.

"Rp16 ribu sekarang, biasanya Rp14 ribu," kata pedagang cilor tersebut saat ditemui, Selasa (27/10).

Meski harga bahan baku naik, ia memilih tidak mengurangi porsi cilor yang dijual. Akibatnya, laba penjualan harus menanggung tekanan dari kenaikan harga tepung.

Hal senada disampaikan pedagang Takoyaki Nano. Ia mengaku harga tepung mengalami kenaikan, tetapi tetap mempertahankan porsi dagangannya. Takoyaki masih dijual Rp10 ribu per porsi berisi 8 buah.

Menurut Nano, mempertahankan harga dan porsi menjadi cara agar pelanggan tidak kabur. Namun, keputusan itu membuat keuntungan yang diperoleh ikut tertekan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User