74.716 Warga Padang Kebanjiran Bantuan Beras 2.241 Ton, Akurasi Data Jadi PR Besar
Sebanyak 74.716 penerima di Kota Padang mendapat bantuan pangan beras total 2.241 ton untuk alokasi Oktober-Desember 2026. Penyaluran dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di Lubuk Buaya. Pemerintah memperpanjang program hingga akhir 2026 dan menyalurkan bantuan secara rapel 30 kilogram per penerima. Akurasi data dan pengawasan menjadi tantangan utama.
Program bantuan pangan beras kembali bergulir di Kota Padang. Sebanyak 74.716 penerima masuk dalam sasaran alokasi Oktober hingga Desember 2026 dengan total kuantum beras mencapai 2.241.480 kilogram atau sekitar 2.241 ton. Penyaluran simbolis dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di Kantor Lurah Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (3/11/2026).
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah telah memutuskan memperpanjang program bantuan pangan hingga akhir 2026. Kebijakan itu merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya direncanakan berakhir pada September lalu. Untuk periode Oktober hingga Desember, bantuan disalurkan sekaligus atau secara rapel guna menghemat biaya operasional distribusi.
"Perpanjangan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, di tengah dinamika perubahan musim. Bantuan pangan gratis bagi masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 hingga 4 disalurkan secara rapel, masing-masing sebanyak 30 kilogram," ujar Zulkifli Hasan.
Secara nasional, program ini menyasar 33,2 juta kepala keluarga. Setiap keluarga penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan, sehingga untuk alokasi tiga bulan jumlah bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram. Selain beras gratis, pemerintah juga menyediakan program beras bersubsidi melalui Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak satu juta ton bagi masyarakat umum.
Di tingkat daerah, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang telah menerapkan sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak. Sistem itu menjadi bagian penting dalam pengelolaan penyaluran mengingat jumlah penerima di Kota Padang mencapai 74.716 orang.
Namun, besarnya jumlah penerima juga menuntut ketelitian dalam pendataan dan pengawasan. Pemutakhiran data diperlukan agar masyarakat yang memenuhi kriteria tidak terlewat, sekaligus memastikan bantuan diberikan kepada pihak yang sesuai ketentuan. Maigus berharap dukungan pengawasan dari Bulog dan DPR RI dapat membantu memastikan penyaluran berjalan tertib.
"Kami berharap bantuan pangan ini dapat meringankan beban perekonomian masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan Kota Padang. Kami juga berharap dukungan pengawasan dari Bulog serta DPR RI agar penyaluran bantuan pangan berjalan tertib," katanya.
Maigus menilai keberlanjutan bantuan pangan tersebut tepat waktu karena masyarakat Kota Padang tengah menghadapi tantangan perubahan cuaca dan memasuki masa awal pengolahan lahan sawah. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan beras bagi rumah tangga penerima, tetapi juga berhubungan dengan kondisi sektor pertanian. Karena itu, kebijakan bantuan perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap keberlanjutan produksi pertanian.
Berdasarkan rencana penyaluran, khusus Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, bantuan dialokasikan kepada 1.132 penerima dengan volume beras mencapai 33,960 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 218 penerima merupakan kelompok Desil 1 dengan kuantum beras 6,540 ton. Kegiatan penyaluran turut dihadiri Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Anggota DPRD Sumbar Muhayatul dan Indra Dt. Rajo Lelo, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumbar Maruly Abraham Syah, serta Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama. Selain agenda penyaluran, Zulkifli Hasan juga meninjau bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)