Panjat Tebing Dicoret dari SEA Games 2027, Indonesia Kehilangan Tambang Emas Andalan
Panjat tebing tidak masuk daftar 43 cabang olahraga SEA Games 2027 di Malaysia. Keputusan SEAGF ini membuat Indonesia kehilangan peluang medali emas sekaligus fase pembinaan atlet muda. PP FPTI menyebut prestasi speed dan lead selama ini lahir dari latihan terprogram dan kompetisi dalam negeri yang berkualitas.
Cabang olahraga panjat tebing dipastikan tidak akan tampil pada SEA Games 2027 di Malaysia. Komite Eksekutif Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) menetapkan 43 cabang olahraga dengan 473 nomor pertandingan, dan panjat tebing tidak termasuk di dalamnya.
Keputusan itu menjadi pukulan bagi Indonesia yang selama ini menjadikan panjat tebing sebagai salah satu lumbung medali emas. Pada SEA Games 2011, Indonesia meraih sembilan medali emas dari 10 nomor yang dilombakan. Sementara pada SEA Games 2025, Indonesia menyabet empat medali emas dari enam nomor lomba.
Menariknya, capaian emas pada SEA Games 2025 diraih atlet-atlet muda. Ardana Cikal Damarwulan dan Alma Ariella Tsany yang berjaya di nomor lead putra dan putri masih masuk kelompok umur U17. Adapun Antasyafi Robby Al Hilmi dan Puja Lestari yang menyabet emas nomor speed perorangan putra dan putri masih tergolong kelompok umur U19.
Bagi Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), SEA Games merupakan ajang unjuk kekuatan atlet muda untuk bersiap melanjutkan tonggak prestasi para senior di Asian Games serta Olimpiade. Di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, panjat tebing meraih satu medali emas dari Desak Made Rita di nomor speed perorangan putri. Sedangkan di Olimpiade 2024 Paris, Veddriq Leonardo menyabet emas di nomor speed perorangan putra.
Sekretaris Umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyebut prestasi yang diraih atlet lahir dari latihan keras yang terprogram dengan baik. "Selain itu, kompetisi berkualitas di dalam negeri juga menjadi penentu," kata Pristiawan.
Nomor speed masih diunggulkan karena berhasil merajai setiap gelaran multi event, mulai SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Pada saat bersamaan, nomor lead juga mulai mengancam negara-negara yang selama ini dianggap raksasa. Keberhasilan Putra Tri Ramadani alias Srondeng menduduki peringkat dua World Climbing Series 2026 menjadi bukti yang tidak terbantahkan.
Dengan penghapusan cabor panjat tebing dari SEA Games 2027, Indonesia tidak hanya kehilangan kesempatan meraih medali emas, tetapi juga harus melepas salah satu fase penempaan atlet muda untuk naik ke level yang lebih tinggi, yakni Asian Games dan Olimpiade.
"Ini bukan soal untung rugi bagi panjat tebing. Yang pasti perolehan medali Indonesia akan berkurang tanpa cabor panjat tebing di SEA Games 2027," kata Pristiawan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)