Chip Merah Putih Mulai Digarap, Target 11 November Masuk Tahap Harmonisasi
Pemerintah terus menggenjot proyek Chip Merah Putih demi kemandirian semikonduktor nasional. Peruri meluncurkan sandbox desain chip pada Juli 2026, sementara Kemdiktisaintek menargetkan proses perizinan masuk tahap harmonisasi pada 11 November. Pengembangan saat ini fokus pada ekosistem desain dan riset, dengan hackathon yang diikuti 98 tim dari 41 perguruan tinggi.
Pemerintah terus mendorong pengembangan Chip Merah Putih sebagai langkah membangun kemandirian industri semikonduktor dalam negeri. Proyek ini melibatkan sejumlah kementerian, BUMN, hingga perguruan tinggi, dengan penekanan pada penyiapan ekosistem desain, riset, dan sumber daya manusia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa proses pengajuan izin prakarsa oleh BP BUMN sudah disiapkan. Menurutnya, target sebelumnya adalah 11 November, dengan harapan proses tersebut setidaknya sudah mulai masuk tahap harmonisasi. "Hari ini kita akan mendengar perkembangan terbaru dan mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dilengkapi," ujarnya dalam keterangan, Senin (2/11).
Salah satu fondasi awal ekosistem ini adalah peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) pada 27 Juli 2026. Fasilitas di Gedung Subono Mantofani, Kantor Peruri, Jakarta, itu dibuka untuk memperluas akses masyarakat terhadap teknologi perancangan chip, mengingat chip menjadi komponen kunci berbagai perangkat elektronik dan layanan digital seperti paspor elektronik, kartu identitas, hingga kartu pembayaran.
Selama ini, kemampuan merancang chip di Indonesia terkendala terbatasnya tenaga ahli, mahalnya perangkat kerja, serta minimnya akses fasilitas praktikum. Sandbox tersebut hadir sebagai lingkungan eksperimen digital yang dapat diakses gratis melalui peramban web, sehingga mahasiswa, peneliti, pelaku industri, dan perusahaan rintisan bisa mempelajari, menguji, dan merancang chip tanpa harus menanggung biaya produksi fisik yang besar.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko menegaskan komitmen pihaknya menghadirkan standar keamanan tertinggi untuk melindungi dokumen serta data strategis bangsa dari ancaman siber. Menurutnya, perancangan chip secara mandiri juga mendorong efisiensi devisa dan memperkokoh posisi Indonesia di ekosistem semikonduktor global.
Hingga laporan terbaru Kemdiktisaintek pada Senin (2/11), pengembangan Chip Merah Putih telah mencapai tahap penyiapan ekosistem desain bersama sejumlah mitra. Sandbox desain chip telah dimanfaatkan dalam kegiatan hackathon yang diikuti 98 tim dari 41 perguruan tinggi dengan melibatkan 338 mahasiswa.
Pemerintah juga mendorong penelitian semikonduktor melalui kerja sama dengan sejumlah kampus. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyebut salah satu program penelitian ditargetkan selesai pada Mei 2028, dengan hasilnya diharapkan menjadi fondasi pengembangan kemampuan desain chip nasional.
Peta jalan yang disiapkan tidak hanya mencakup pengembangan desain, tetapi juga kemungkinan melangkah ke tahap fabrikasi atau pembuatan chip secara fisik. Saat ini, fokus masih pada pembangunan kemampuan desain, riset, dan penyiapan ekosistem pendukung sebelum memasuki tahapan produksi.
Dari sisi industri, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menilai semikonduktor merupakan komoditas strategis yang berpengaruh besar terhadap persaingan teknologi global. "Chip bukan lagi sekadar produk industri, melainkan komoditas strategis penentu dominasi global," ujarnya saat peluncuran sandbox pada Juli lalu. Pengembangan semikonduktor disebut sejalan dengan rencana pemerintah menyusun peta jalan ekosistem industri chip, termasuk rencana pembangunan pusat data kecerdasan buatan atau AI Data Center nasional yang membutuhkan chip dalam jumlah besar.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)