2.300 Atlet dari 5 Provinsi Ramaikan Liga Taekwondo Jakarta Seri ke-14, Ada Petarung 5 Tahun
Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri ke-14 di GOR Ciracas diikuti 2.300 atlet dari lima provinsi. Ajang ini menjadi wadah penjaringan bibit muda untuk kejuaraan nasional dan internasional. Sejumlah atlet jebolan liga ini telah meraih medali emas SEA Games dan tampil di PON.
Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri ke-14 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 31 Oktober hingga 1 November. Ajang tahunan besutan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia DKI Jakarta ini diikuti sebanyak 2.300 atlet dari lima provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung.
Ribuan peserta tersebut terbagi dalam empat kelompok usia: Pra-Kadet, Kadet, Junior, dan Senior. Setiap kelompok usia mempertandingkan dua kategori, yaitu Kyorugi dan Poomsae.
Ketua Bidang Organisasi Pengprov Taekwondo Indonesia DKI Jakarta, Yasri Yudha Yahya, menegaskan bahwa kejuaraan ini dirancang sebagai wadah penjaringan atlet muda. Tujuannya adalah mencari bibit-bibit taekwondo DKI Jakarta untuk dipersiapkan menuju kejuaraan nasional maupun internasional.
"Saat ini adalah Liga yang ke-14. Tujuannya adalah untuk mencari bibit-bibit taekwondo DKI yang tentunya nantinya kami persiapkan untuk masuk ke dalam kejuaraan-kejuaraan nasional maupun internasional," kata Yasri dalam rilis yang diterima CNN Indonesia.com.
Menurut Yasri, sistem pembinaan berjenjang melalui kompetisi ini terbukti konsisten mencetak atlet berprestasi. Sejumlah nama yang meniti karier dari ajang ini sukses meraih medali emas SEA Games hingga tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON).
"DKI sendiri sudah meraih emas dari SEA Games, itu atlet freestyle. Kemudian ada atlet Teologi Basam yang juga sudah berstatus internasional," jelasnya.
Untuk menjamin keadilan dan kualitas kompetisi, panitia menerjunkan pengadil lapangan berlisensi daerah hingga internasional. Delegasi Teknis Wasit, M. Fauzannuni, memastikan proses seleksi berjalan objektif agar menghasilkan pemenang yang benar-benar berkualitas.
"Untuk wasit sendiri, di Liga ini saya tugaskan wasit-wasit yang terbaik karena ini proses seleksi di tingkat provinsi. Kesulitan pasti ada, namun kualitas penyelenggaraan acara di DKI ini luar biasa - aman dan bagus," kata Fauzannuni.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Ray, atlet berusia lima tahun dari klub Dojang 88. Meski masih belia, Ray yang bertanding atas keinginannya sendiri berhasil meraih medali emas keduanya sepanjang keikutsertaannya di kejuaraan taekwondo.
"Tidak ada rasa takut, saya ikut atas kemauan sendiri serta didukung mama dan papa," ungkap Ray antusias.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)