Baru 7,6 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan, BMKG Ungkap Jadwal Lengkapnya
BMKG mencatat baru 53 zona musim atau 7,6 persen wilayah Indonesia yang masuk musim hujan per dasarian I Oktober 2026. Sebagian besar wilayah diperkirakan baru memasuki musim hujan pada November dan Desember. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut awal musim hujan tahun ini mundur 20-30 hari akibat pengaruh El Nino, dengan durasi musim yang lebih singkat namun intensitas hujan relatif sama.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Indonesia belum sepenuhnya memasuki musim hujan. Meski sejumlah wilayah sudah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, berdasarkan analisis Perkembangan Musim Dasarian I Oktober 2026, baru 53 zona musim (ZOM) atau sekitar 7,6 persen wilayah Indonesia yang resmi masuk musim hujan.
"Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 7,6 persen wilayah Indonesia (53 ZOM) masuk musim hujan," tulis BMKG melalui akun Instagram resminya, Selasa (13/10).
Wilayah yang sudah memasuki musim hujan pada Oktober ini meliputi sebagian besar Aceh, sebagian besar Sumatra Utara, sebagian kecil Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Sementara itu, mayoritas wilayah lain diperkirakan baru akan memulai musim hujan pada November dan Desember.
BMKG mencatat sebanyak 185 ZOM atau 24,66 persen wilayah daratan diperkirakan memulai musim hujan pada November. Adapun 266 ZOM atau 17,31 persen wilayah daratan baru memasuki musim hujan pada Desember.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, rata-rata awal musim hujan di Indonesia tahun ini diprediksi mundur sekitar 20 hingga 30 hari. Keterlambatan ini dipengaruhi kombinasi El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan pada musim kemarau tahun ini.
"Musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, atau 20-30 hari, akibat pengaruh El Nino," kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/10).
Menurut para ahli, kombinasi fenomena tersebut menyebabkan kurangnya kelembapan permukaan yang berimbas pada berkurangnya proses penguapan pendukung pertumbuhan awan hujan. Dampaknya, sebagian wilayah Indonesia mengalami kekeringan cukup parah, dan beberapa daerah bahkan masih dilanda kebakaran hutan hingga saat ini.
Selain mundur, Faisal menyebut musim hujan tahun ini akan berlangsung lebih singkat dibandingkan biasanya. Namun, perkiraan menunjukkan intensitas curah hujannya kurang lebih sama, sehingga hujan deras masih mungkin turun di sejumlah wilayah.
Untuk November, awal musim hujan diprakirakan terjadi di sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan. Adapun pada Desember, musim hujan diperkirakan mulai di sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Selatan bagian selatan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)