Awan Tropis Ternyata Perparah Pemanasan Global, Efeknya 71 Persen Lebih Kuat

Studi terbaru di Nature Communications mengungkap bahwa awan rendah di daerah tropis justru memperkuat pemanasan global, bukan mendinginkannya. Efek umpan balik awan di Samudra Pasifik dan Atlantik tropis tercatat 71 persen lebih kuat dari perkiraan sebelumnya, membuat iklim Bumi lebih sensitif terhadap kenaikan karbon dioksida dan pemanasan berpotensi lebih cepat dari prediksi model lama.

Nov 02, 2026 - 08:01
Updated: 8 hours ago
0
Awan Tropis Ternyata Perparah Pemanasan Global, Efeknya 71 Persen Lebih Kuat
Awan Tropis Ternyata Perparah Pemanasan Global, Efeknya 71 Persen Lebih Kuat

Jakarta, CNN Indonesia -- Selama bertahun-tahun, para ilmuwan iklim diliputi tanda tanya besar: apakah awan rendah di daerah tropis memperlambat atau justru mempercepat pemanasan global? Kini, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications memberikan jawaban yang cukup mengejutkan. Hasilnya menunjukkan bahwa umpan balik awan cenderung memperkuat dan mempercepat pemanasan dalam sistem iklim, bukan menguranginya.

Ketidakpastian ini sebenarnya sudah muncul sejak awal tahun 2000-an. Saat itu, para peneliti belum yakin apakah awan berfungsi sebagai pendingin alami dengan memantulkan radiasi matahari kembali ke luar angkasa, atau justru sebagai penjebak panas yang memperburuk kondisi. Berbagai hipotesis pun berkembang, namun belum ada kesimpulan yang pasti.

Penelitian terbaru ini menggunakan teknik baru yang mampu mengolah data bertentangan dari berbagai wilayah dan menyeimbangkannya untuk mendapatkan jawaban yang lebih jelas. Melansir situs Climate Program Office (CPO) National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), studi tersebut menemukan fakta penting: dampak umpan balik awan di Samudra Pasifik dan Atlantik tropis dalam pemanasan global tercatat 71 persen lebih kuat daripada yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya.

Temuan ini sekaligus menepis kemungkinan bahwa awan rendah tropis memiliki efek pendinginan yang dapat mengimbangi pemanasan. Dengan demikian, prediksi pemanasan global di masa depan dapat dilakukan dengan lebih akurat. Studi ini juga menunjukkan bahwa iklim Bumi kemungkinan lebih sensitif terhadap peningkatan kadar karbon dioksida daripada yang selama ini diyakini.

Implikasinya cukup serius. Umpan balik awan positif yang lebih kuat berarti pemanasan global berpotensi terjadi lebih cepat dari prediksi model-model iklim sebelumnya. Para peneliti pun menekankan bahwa model iklim yang menggambarkan perilaku awan saat ini perlu disempurnakan, khususnya di daerah tropis, agar tantangan perubahan iklim dapat diprediksi dengan jauh lebih baik.

Ke depan, para ilmuwan berencana mengembangkan perangkat lunak untuk NOAA yang akan mendiagnosis masalah umpan balik awan rendah ini secara lebih presisi dalam sistem pemodelan NOAA. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan prediksi cuaca dan iklim, sehingga mitigasi perubahan iklim bisa dilakukan dengan lebih tepat sasaran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User