AS Perintahkan Keluarga Staf Tinggalkan Arab Saudi, Serangan Houthi Makin Intensif

Kementerian Luar Negeri AS memerintahkan pegawai non-esensial dan anggota keluarga mereka meninggalkan perwakilan AS di Arab Saudi menyusul meningkatnya serangan milisi Houthi. Juru bicara Kemlu AS Tommy Pigott menyebut serangan Houthi ke bandara sipil dan infrastruktur penting telah menimbulkan korban sipil. Peringatan keamanan juga dikeluarkan Kedubes AS di Riyadh terkait potensi serangan lanjutan.

Oct 22, 2026 - 08:02
Updated: 9 hours ago
0
AS Perintahkan Keluarga Staf Tinggalkan Arab Saudi, Serangan Houthi Makin Intensif
AS Perintahkan Keluarga Staf Tinggalkan Arab Saudi, Serangan Houthi Makin Intensif

Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah tegas di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan Teluk. Kementerian Luar Negeri AS memerintahkan pegawai pemerintah yang dinilai tidak mendesak beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan perwakilan AS di Arab Saudi.

Kebijakan itu diambil seiring meningkatnya serangan milisi Houthi terhadap Arab Saudi. Juru bicara Kemlu AS, Tommy Pigott, menyatakan kelompok yang didukung Iran tersebut kian sering melakukan tindakan permusuhan, termasuk menyerang bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya.

Menurut Pigott, serangan-serangan itu mengakibatkan jatuhnya korban sipil serta menimbulkan gangguan perjalanan yang parah. "Keselamatan dan keamanan personel Kemlu beserta keluarga mereka tetap menjadi prioritas utama kami, dan kami akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi serta mendukung mereka," ujarnya, dikutip Al Jazeera.

Dalam pernyataan yang sama, Pigott juga membantah laporan sebelumnya yang menyebut AS berencana memulangkan sebagian personel dari sejumlah kedutaan besar di kawasan Teluk. Ia menegaskan informasi tersebut tidak akurat.

Meski demikian, empat pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa misi AS di negara-negara Teluk lainnya juga akan memerintahkan anggota keluarga staf untuk pergi. Langkah ini memperluas cakupan kebijakan pengurangan personel di kawasan.

Penarikan terbaru ini terjadi setelah beberapa bulan sebelumnya AS sempat menempatkan kembali sejumlah personel diplomatik di kawasan tersebut. Sebelumnya, banyak staf ditarik saat Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas milik AS.

Di sisi lain, eskalasi pertempuran di Yaman turut membuka front baru dalam konflik regional yang dipicu perang tersebut. Pada Rabu (21/10), Kedutaan Besar AS di Riyadh mengeluarkan peringatan keamanan mengenai kemungkinan serangan lanjutan oleh Houthi terhadap Arab Saudi.

Kedutaan besar yang juga menampung kantor perwakilan CIA itu sempat diserang drone pada awal Maret, tepat saat Iran mulai melancarkan berbagai serangan di seluruh kawasan. Situasi ini membuat AS semakin berhati-hati dalam menjaga keselamatan personelnya di Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User