Anggota Parlemen Malaysia Berpidato Bahasa Jawa, Sindir Prabowo soal Asap Karhutla

Anggota parlemen Malaysia dari Partai Bersatu, Kalam Salan, menyita perhatian publik setelah berpidato dalam bahasa Jawa di rapat parlemen untuk menyoroti karhutla di Indonesia yang asapnya membekap Malaysia. Ia meminta Presiden Prabowo Subianto menangani kebakaran hutan, menyoroti dampak asap bagi warga Malaysia dan pekerja Indonesia di perkebunan Malaysia.

Oct 22, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0
Anggota Parlemen Malaysia Berpidato Bahasa Jawa, Sindir Prabowo soal Asap Karhutla
Anggota Parlemen Malaysia Berpidato Bahasa Jawa, Sindir Prabowo soal Asap Karhutla

Anggota parlemen Malaysia dari Partai Bersatu, Kalam Salan, menjadi sorotan publik setelah menyampaikan kritik terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dengan menggunakan bahasa Jawa. Pidato itu disampaikannya dalam rapat parlemen pada Rabu (21/10), dengan pesan khusus yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Kalam menyoroti karhutla di Sumatra dan Kalimantan yang asapnya disebut telah membekap Malaysia selama beberapa waktu terakhir. Sebelum menyampaikan pesannya, ia meminta izin kepada Dewan Rakyat untuk menggunakan bahasa Jawa alih-alih bahasa Melayu agar mudah dipahami para pemimpin Indonesia.

"Pemimpin sebelah sana (Indonesia) kebanyakan orang Jawa, jadi tidak paham bahasa Melayu. Biarlah saya, dengan izin Dewan yang terhormat, bicara dalam bahasa Jawa," kata Kalam dalam video yang beredar luas di media sosial.

Dalam pidatonya, Kalam menyapa Prabowo dan menyinggung kabut asap yang menurutnya setiap tahun keluar dari Indonesia hingga mencapai Malaysia. Ia menyebut asap dari kebakaran hutan membuat warga Malaysia sulit bernapas, banyak yang batuk, tenggorokan gatal, dan napasnya sesak.

Kalam juga menyoroti dampak lain, seperti sekolah yang sampai tutup, pariwisata yang sepi, dan pekerja kebun yang tidak bisa bekerja. Menurutnya, yang mengalami kesulitan bukan hanya warga Malaysia, tetapi juga orang Indonesia yang bekerja di perkebunan Malaysia karena tidak bisa bekerja dan kehilangan penghasilan.

Ia pun meminta masalah ini tidak dijadikan bahan lelucon, termasuk soal pernyataan bahwa Indonesia telah mengirim oksigen ke Malaysia. Kalam mempertanyakan apakah hutan Malaysia hanya bisa menghasilkan plastik dan tidak mampu menghasilkan oksigen.

Di akhir pidatonya, Kalam meminta Prabowo agar masalah karhutla segera ditangani dan kebakaran hutan dipadamkan. Ia berharap Indonesia dan Malaysia tidak lagi sama-sama menderita akibat kabut asap setiap tahun, serta menginginkan langit cerah, udara bersih, dan hidup sehat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User