Tim IT Kini Bisa Antisipasi Gangguan Layanan Digital Lebih Awal Berkat AI
Helios menggandeng Motadata menghadirkan solusi pemantauan infrastruktur IT berbasis AI di Indonesia. Teknologi ini membantu tim IT mendeteksi anomali dan potensi gangguan layanan digital lebih awal, sebelum berdampak pada operasional, pendapatan, dan reputasi perusahaan.
Perusahaan di Indonesia kini mendapat opsi baru untuk mengantisipasi gangguan layanan digital. PT Helios Informatika Nusantara (Helios) menggandeng perusahaan teknologi asal India, Motadata, menghadirkan solusi pemantauan dan pengelolaan layanan IT berbasis kecerdasan buatan (AI).
CEO Helios Royani Lo menilai kompleksitas infrastruktur digital menuntut perusahaan memiliki kemampuan mengenali anomali, bukan sekadar memantau kondisi sistem. Banyak perusahaan kini menjalankan kombinasi on-premise, cloud, jaringan, aplikasi, dan berbagai perangkat lain, sementara tim IT harus memantau semuanya melalui beragam tools monitoring.
"Ketika jumlah sistem yang harus dipantau semakin banyak, tim IT tidak hanya menghadapi tantangan visibilitas, tetapi juga bagaimana mengenali anomali yang mungkin terlewat di antara begitu banyak informasi dari berbagai tools monitoring tersebut," ujar Royani dalam keterangannya, Rabu (4/11).
Tantangan itu dirasakan berbagai sektor yang bergantung pada ketersediaan layanan digital, mulai dari perbankan, jasa keuangan, telekomunikasi, manufaktur, hingga kesehatan. Perusahaan yang mengoperasikan sistem lama, aplikasi berbasis cloud, dan perangkat tersebar di berbagai lokasi membutuhkan pemantauan infrastruktur menyeluruh karena gangguan layanan bisa berdampak pada pendapatan, reputasi, hingga kepercayaan pelanggan.
Survei global Deloitte's 2026 Future of Infrastructure mencatat 69 persen pemimpin memperkirakan kebutuhan infrastruktur cerdas dan saling terhubung akan terus meningkat. Sebanyak 45 persen responden mengidentifikasi ketergantungan antarsistem sebagai salah satu tantangan utama pengelolaan infrastruktur.
Kemitraan Helios dan Motadata menghadirkan dua platform, yakni Motadata ObserveOps dan Motadata ServiceOps. ObserveOps memakai AI untuk membantu tim IT memantau kondisi infrastruktur, jaringan, dan aplikasi, sekaligus menganalisis informasi dari berbagai sumber termasuk catatan aktivitas sistem. Analisis ini membantu perusahaan mengenali anomali atau indikasi masalah yang berpotensi terlewat dalam pemantauan konvensional.
Sementara ServiceOps mengotomatisasi sejumlah proses pengelolaan layanan IT, mulai dari penanganan insiden, pengelolaan perubahan sistem, hingga pemantauan aset dan konfigurasi. Kedua platform diharapkan memberi gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi infrastruktur digital perusahaan.
CEO Motadata Amit Singhala menyebut perusahaan di Indonesia kini mengoperasikan semakin banyak sistem di berbagai lokasi sehingga membutuhkan pemantauan terintegrasi. "Perusahaan di Indonesia kini menjalankan lebih banyak sistem di berbagai lokasi, sehingga tim IT membutuhkan satu pandangan yang jelas terhadap keseluruhan infrastrukturnya," kata Amit.
Dalam kemitraan ini, Helios berperan sebagai distributor bernilai tambah yang membantu perusahaan mengevaluasi kebutuhan, merencanakan implementasi, dan mengintegrasikan platform dengan infrastruktur IT yang sudah digunakan. Helios juga menyediakan dukungan teknis lokal untuk menyesuaikan penerapan teknologi dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. "Bekerja sama dengan Helios juga membantu kami memahami kebutuhan integrasi dan kepatuhan di pasar Indonesia dengan lebih baik," ujar Amit.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)