Jepang Siapkan Misi Pertama Ambil Sampel Bulan Mars, Peluncuran 20 Oktober
JAXA bersiap meluncurkan misi Martian Moons eXploration (MMX) dari Tanegashima pada 20 Oktober untuk mengambil sampel dari Phobos, bulan Mars. Misi pulang-pergi pertama ke sistem Mars ini melibatkan rover IDEFIX dan diharapkan mengungkap asal-usul bulan Mars serta petunjuk tentang asal-usul Tata Surya dan kehidupan di Bumi.
Jepang tengah mematangkan persiapan menuju salah satu misi antariksa paling ambisius: menjelajahi bulan-bulan Mars. Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) menjadwalkan peluncuran wahana nirawak Martian Moons eXploration (MMX) menggunakan roket andalan H3 dari Pusat Antariksa Tanegashima pada Selasa, 20 Oktober, pukul 04.41 waktu setempat.
Misi ini menjadi perjalanan pulang-pergi pertama ke wilayah Mars dan melibatkan kolaborasi dengan badan antariksa Amerika Serikat serta Eropa, sejumlah universitas, dan perusahaan teknologi. Setelah peluncuran, wahana diperkirakan tiba di dekat Mars sekitar satu tahun kemudian.
Di sana, MMX akan mengorbit Phobos, salah satu bulan Mars, selama hingga tiga tahun sebelum mendarat dan mengumpulkan setidaknya 10 gram material dari permukaannya. Sebelum pendaratan dilakukan, sebuah rover bernama IDEFIX yang terinspirasi dari nama anjing dalam komik Asterix akan lebih dulu mengamati permukaan guna memastikan lokasi pendaratan aman.
"Pengambilan sampel dari Phobos tentu saja merupakan yang pertama di dunia, dan ini berarti... ini adalah perjalanan pulang-pergi pertama ke sistem Mars," ujar manajer proyek MMX, Yasuhiro Kawakatsu, seperti dikutip AFP.
JAXA menyebut misi ini juga akan menjajaki kemungkinan memanfaatkan Phobos sebagai stasiun luar angkasa alami. Persyaratan untuk perjalanan pulang-pergi ke Mars pun akan dipelajari karena dinilai sangat penting bagi eksplorasi Mars berawak. Selain Phobos, MMX akan mengamati Deimos, bulan Mars lainnya, meski tidak mendarat di sana sebelum kembali ke Bumi.
Harapan besar disematkan pada misi ini: mengungkap bagaimana Mars dan kedua bulannya terbentuk. Pengetahuan tersebut dianggap kunci untuk memahami asal-usul Tata Surya. Salah satu teori yang dikenal sebagai hipotesis tabrakan raksasa menyebut bulan-bulan Mars terbentuk setelah benda langit menabrak Mars, sementara hipotesis penangkapan menduga keduanya adalah asteroid yang terperangkap gravitasi Mars.
Menentukan teori yang benar diyakini membantu menjelaskan bagaimana lingkungan layak huni bagi kehidupan bisa muncul di planet-planet kebumian seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Menurut JAXA, MMX akan memberi pencerahan soal mekanisme transportasi yang membawa air, zat volatil, dan senyawa organik dari Tata Surya bagian luar ke wilayah planet berbatu di bagian dalam.
Astrofisikawan Prancis yang terlibat dalam proyek IDEFIX, Patrick Michel, menilai jika Phobos dan Deimos memang sisa-sisa sistem pengiriman awal, keduanya mungkin menyimpan petunjuk tentang asal-usul kehidupan. Lebih tepatnya, tentang transportasi material yang menjadi kunci munculnya kehidupan di planet-planet berbatu.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)