Kualitas Udara Palembang Membaik, BMKG Turunkan Status dari Sangat Berbahaya ke Tidak Sehat

BMKG melaporkan kualitas udara di Palembang turun dari kategori sangat berbahaya menjadi tidak sehat pada Minggu (18/10). Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 tercatat 88,6 µg/m³, jauh lebih baik dibanding awal Oktober yang sempat menembus 1.000 µg/m³. Perbaikan ini berkat operasi modifikasi cuaca BNPB pada 15-16 Oktober 2026.

Oct 18, 2026 - 12:01
Updated: 8 hours ago
0
Kualitas Udara Palembang Membaik, BMKG Turunkan Status dari Sangat Berbahaya ke Tidak Sehat
Kualitas Udara Palembang Membaik, BMKG Turunkan Status dari Sangat Berbahaya ke Tidak Sehat

Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, menunjukkan perbaikan signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan status udara di wilayah tersebut telah turun dari kategori sangat berbahaya menjadi tidak sehat pada Minggu (18/10).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengungkapkan bahwa saat ini kualitas udara berada di level kuning atau tidak sehat. Sebelumnya, kondisi udara sempat mencapai level ekstrem kategori sangat berbahaya akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Alhamdulillah tren perubahannya terus turun sejak beberapa hari terakhir," ujar Wandayantolis, dikutip dari Antara.

Berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, konsentrasi partikulat halus PM2.5 pada Minggu pukul 14.00 WIB tercatat 88,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka ini masuk dalam kategori tidak sehat, namun jauh lebih rendah dibandingkan kondisi awal hingga pertengahan Oktober 2026 yang sempat melonjak ekstrem hingga menembus 493 hingga lebih dari 1.000 µg/m³.

PM2.5 adalah partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer. Pengukurannya menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan µg/m³.

Menurut Wandayantolis, penurunan status indeks kualitas udara ini tidak lepas dari operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama dua hari berturut-turut pada 15-16 Oktober 2026. Operasi tersebut bertujuan mengatasi kabut asap akibat karhutla di Sumatera Selatan.

"Berkat penyemaian dry ice, kualitas udara di Kota Palembang berangsur membaik dan meningkatkan jarak pandang secara signifikan," jelasnya.

Dengan perbaikan ini, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak perlu, meskipun status udara sudah tidak lagi berada di level paling berbahaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User