Deforestasi Amazon Brasil Pecahkan Rekor Terendah, Lula Tetap Pasang Target Ambisius
Deforestasi hutan hujan Amazon Brasil mencapai titik terendah dalam sejarah, yaitu 3.335 km persegi dalam 12 bulan hingga Juli 2026. Angka ini melampaui rekor sebelumnya dan memicu komentar positif dari Menteri Lingkungan Hidup serta Presiden Lula yang tetap menargetkan nol deforestasi ilegal pada 2030.
Deforestasi hutan hujan Amazon di Brasil mencatat rekor terendah sepanjang sejarah. Laporan Badan Penelitian Antariksa Brasil (Inpe) yang dirilis Jumat (16/10) menyebutkan bahwa 3.335 kilometer persegi hutan telah ditebang dalam periode 12 bulan hingga Juli. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak pencatatan pertama kali dilakukan pada 1988.
Menteri Lingkungan Hidup Brasil, Joao Paulo Capobianco, menyambut baik capaian ini. "Ini penurunan yang sangat drastis, seperti mimpi," ujarnya dalam konferensi pers di Brasilia, seperti dikutip Al Jazeera.
Sebelumnya, rekor deforestasi terendah tercatat pada periode 2011-2012 dengan luas 4.571 kilometer persegi. Sementara itu, pada era 1990-an, penebangan hutan Amazon pernah mencapai puncaknya dengan hampir 30 ribu kilometer persegi per tahun.
Presiden Brasil, Lula da Silva, juga mengapresiasi angka tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintahannya belum merasa puas. "Tujuan kami mencapai nol deforestasi ilegal pada 2030," kata Lula melalui akun X, seraya mengunggah tangkapan layar artikel media lokal Brasil yang memberitakan rekor terendah deforestasi Amazon.
Lula yang kembali menjabat pada 2023 telah berjanji akan mengakhiri deforestasi ilegal pada 2030. Pada periode sebelumnya, tepatnya 2019-2022 di bawah pemerintahan Jair Bolsonaro, hutan Amazon kehilangan sekitar 11.600 kilometer persegi per tahun.
Sejak Bolsonaro tidak lagi menjabat, angka penggundulan hutan terus menurun setiap tahun. Dalam empat tahun terakhir, deforestasi turun hingga 71,2 persen. Penurunan ini dinilai banyak pihak terjadi berkat pengawasan yang lebih ketat dan hukuman yang lebih berat bagi pelaku penebangan ilegal.
Organisasi advokasi iklim Observatorio do Clima turut menyambut rekor bersejarah ini. "Dengan kemauan politik, deforestasi dan emisi gas rumah kaca kemungkinan bisa dikekang," ujar anggota organisasi tersebut, Marico Astrini.
Capaian ini menjadi angin segar bagi upaya pelestarian hutan hujan terbesar di dunia, sekaligus menegaskan komitmen Brasil dalam menekan laju perubahan iklim.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)