Rama Tetap Tolak Mundur meski Demo Albania Memanas dan Kantor Polisi Dibakar

Perdana Menteri Albania Edi Rama menegaskan tidak akan mundur meski demonstrasi di Tirana kian meluas dan ricuh. Demonstran menuntut perbaikan universitas, penurunan biaya kuliah, dan pemberantasan korupsi. Bentrokan berujung pembakaran kantor polisi dan sejumlah fasilitas, dengan 28 orang terluka pada aksi Minggu (18/10).

Oct 19, 2026 - 08:02
Updated: 22 hours ago
0
Rama Tetap Tolak Mundur meski Demo Albania Memanas dan Kantor Polisi Dibakar
Rama Tetap Tolak Mundur meski Demo Albania Memanas dan Kantor Polisi Dibakar

Perdana Menteri Albania Edi Rama menegaskan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya, di tengah gelombang demonstrasi yang semakin meluas dan berujung ricuh di Tirana. Dalam siaran video yang berlangsung lebih dari satu jam, Rama bersikukuh bertahan dan menyebut aksi protes tersebut sebagai ulah pihak luar.

Penolakan itu muncul setelah ratusan demonstran kembali turun ke jalan pada Minggu (18/10). Mereka berkumpul di depan Kementerian Pendidikan sambil meneriakkan tuntutan agar Rama mundur. Massa juga menuntut perbaikan kondisi universitas yang dinilai buruk, penurunan biaya kuliah yang tinggi, serta pemberantasan korupsi di Albania.

Ketegangan sempat memanas ketika demonstran berhadapan langsung dengan aparat kepolisian yang berjaga. Setelah polisi berupaya membubarkan massa, para demonstran menyebar ke sejumlah titik di pusat kota. Situasi kemudian memburuk dan berujung pada bentrokan sengit yang berlangsung berjam-jam.

Dalam bentrokan itu, sejumlah demonstran membakar tempat sampah di jalanan dan memecahkan kaca jendela, termasuk di kantor pusat Partai Sosialis yang berkuasa. Mereka juga membakar sebuah kantor polisi dan pintu masuk Kementerian Dalam Negeri. Aksi massa meluas hingga ke jalan raya utama dan alun-alun kota.

Menurut jurnalis AFP di lokasi, demonstran melemparkan batu, bom molotov, dan menyalakan alat piroteknik. Polisi membalas dengan peluru karet dan gas air mata. Sejumlah ambulans terlihat hilir mudik untuk mengevakuasi korban luka.

Kementerian Kesehatan Albania melaporkan 28 orang terluka dalam aksi Minggu itu. Rinciannya, 19 petugas polisi, empat demonstran, empat orang yang kebetulan berada di lokasi, dan seorang jurnalis. Sebanyak 16 petugas polisi mengalami luka-luka, dengan 14 di antaranya terluka saat demonstran menyerang kantor polisi.

Pejabat Departemen Keamanan Publik Kepolisian, Albert Nushi, menegaskan bahwa penyerangan terhadap kantor polisi bukanlah bentuk protes. Ia menyebut kekerasan terhadap petugas, serangan terhadap institusi, dan tindakan yang membahayakan nyawa manusia tidak dapat ditoleransi. Nushi mendesak demonstran menjauhi individu bertopeng yang berada di balik aksi kekerasan dan mengimbau mereka berkumpul secara damai.

Di tengah situasi yang memanas, kunjungan resmi Rama ke Wina untuk bertemu Kanselir Federal Christian Stocker yang dijadwalkan pada Senin (19/10) dibatalkan pihak Albania. Informasi itu disampaikan layanan pers federal Austria. Aksi demonstrasi sendiri telah mengguncang Tirana sejak Selasa pekan lalu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User