Kualitas Udara Padang Memburuk! AQI Tembus 139, PM2.5 Capai 51 µg/m³

Kualitas udara di sekitar Antara ETP–ANTARA SUMBAR, Kota Padang, tercatat berada pada indeks AQI 139 pada Senin (19/10/2026) pukul 13.00. Polutan utama PM2.5 mencapai 51 µg/m³, dengan kondisi yang tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Oct 19, 2026 - 13:56
0
Kualitas Udara Padang Memburuk! AQI Tembus 139, PM2.5 Capai 51 µg/m³

Sahkato.com - Kualitas udara di Kota Padang menjadi perhatian setelah indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di sekitar Antara ETP–ANTARA SUMBAR tercatat mencapai 139 pada Senin (19/10/2026) pukul 13.00.

Berdasarkan data yang ditampilkan pada pemantauan kualitas udara tersebut, angka AQI 139 masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kelompok ini mencakup orang yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara, seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan gangguan pernapasan atau penyakit tertentu.

Data pemantauan juga menunjukkan bahwa polutan utama di kawasan tersebut adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 51 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara.

AQI 139, Kelompok Sensitif Perlu Waspada

Angka AQI 139 menunjukkan bahwa kualitas udara di lokasi pemantauan perlu mendapat perhatian, khususnya bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.

Dalam kondisi seperti ini, kelompok sensitif disarankan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama apabila merasakan gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi saluran pernapasan.

Masyarakat juga dapat mengurangi paparan polusi dengan memilih aktivitas di dalam ruangan ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar.

PM2.5 Menjadi Polutan Utama

Konsentrasi PM2.5 sebesar 51 µg/m³ menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam data pemantauan tersebut. Partikel halus ini dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk emisi kendaraan, kegiatan industri, pembakaran, dan sumber pencemaran lainnya.

Namun, data yang ditampilkan belum menjelaskan sumber utama polusi di sekitar stasiun Antara ETP–ANTARA SUMBAR. Karena itu, penyebab spesifik peningkatan konsentrasi PM2.5 di lokasi tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Selain indeks kualitas udara dan konsentrasi polutan, tampilan pemantauan mencatat suhu 28 derajat Celsius, kecepatan angin 5 kilometer per jam, serta kelembapan udara 79 persen.

Masyarakat di Kota Padang diimbau memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Pemantauan secara berkala diperlukan karena kondisi polusi dapat berubah mengikuti pergerakan udara dan sumber emisi di sekitar wilayah tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User