Kronologi Pria di Kalideres Diteror Debt Collector, Mengaku Dapat Ancaman hingga Motor Ditabrak

Eko Febriansyah, pria asal Kalideres, Jakarta Barat, menjadi korban intimidasi sekelompok debt collector saat hendak berangkat kerja. Ia diserempet, diancam, dan motornya ditabrak karena menolak diperiksa. Eko melapor ke polisi, dan lima orang diamankan.

Oct 20, 2026 - 12:03
Updated: 20 hours ago
0
Kronologi Pria di Kalideres Diteror Debt Collector, Mengaku Dapat Ancaman hingga Motor Ditabrak
Kronologi Pria di Kalideres Diteror Debt Collector, Mengaku Dapat Ancaman hingga Motor Ditabrak

Seorang pria bernama Eko Febriansyah mengalami intimidasi oleh sekelompok penagih utang atau debt collector di Jalan Menceng Raya, Kalideres, Jakarta Barat, pada Selasa pagi. Peristiwa itu terjadi saat Eko hendak berangkat kerja.

Menurut pengakuan Eko, ia tiba-tiba diserempet oleh enam orang yang mengendarai motor. Mereka memepetnya hingga hampir terjatuh, lalu menuduh motor Eko tidak memiliki pelat dan hendak memeriksanya. Eko menolak karena mereka bukan petugas berwenang. Penolakan itu memicu ancaman dari para debt collector.

Eko mengatakan, saat ia hendak putar balik untuk meminta bantuan keluarga, motornya ditabrak oleh salah seorang dari kelompok tersebut. Situasi memanas ketika para debt collector bersikeras memeriksa sepeda motor Eko. Aksi saling tarik kerah baju pun tak terhindarkan. "Saya bilang, kalian kan bukan polisi, apa hak kalian buat periksa-periksa motor saya? Terus kerah baju saya langsung ditarik," ujar Eko menirukan percakapan saat itu.

Dalam adu mulut tersebut, Eko menegaskan bahwa dirinya memahami prosedur pemeriksaan kendaraan dan tetap menolak menyerahkan motornya kepada orang yang bukan petugas. Para debt collector terus memaksa, bahkan menyebut Eko tidak kooperatif. Eko bersikeras tidak akan menyerahkan motornya.

Di tengah kejadian, Eko berinisiatif melakukan panggilan video dengan seorang anggota Polsek Kalideres untuk meminta bantuan dan menjadikan polisi tersebut sebagai saksi. Namun, menurut Eko, para pria itu justru meremehkan anggota polisi yang dihubunginya. Mereka bahkan mengklaim memiliki backing di Mabes Polri. "Lu baru video call, cuma yang lu telepon itu anggota ecek-ecek. Gua punya backing, abang gua itu di Mabes Polri, gua enggak pernah takut!" kata Eko menirukan ucapan salah seorang pria.

Merasa terancam, Eko pulang ke rumah untuk mengambil BPKB sepeda motornya dan memanggil pamannya. Ia kemudian melaporkan kejadian itu melalui layanan darurat kepolisian 110. Laporan Eko mendapat respons cepat. Ia memberi tahu polisi lokasi kejadian dan tempat para pria biasa berkumpul. Tim Buser Polsek Kalideres pun mendatangi lokasi.

"Yang pertama ditangkap itu tiga orang. Terus yang dua orang, yang ngancam saya ini, enggak ada," jelas Eko. Ia kemudian memberikan informasi tambahan mengenai lokasi kantor yang disebut menjadi tempat berkumpul para pria tersebut, yakni di Jalan Menceng, RW 10. Petugas langsung mendatangi lokasi itu. Menurut Eko, dua orang yang sebelumnya tidak ditemukan akhirnya turut diamankan karena berada di kantor dekat lokasi awal ia dicegat.

Eko menyebut total ada lima orang yang diamankan. "Ada lima orang, karena yang satu, dia enggak terlibat, kayak cuma ikut doang," papar Eko. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami kasus tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User