Udara Labuan Bajo Kabur Diselimuti Haze, BMKG Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Fenomena haze kembali menyelimuti Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pada Senin (19/10). BMKG mencatat jarak pandang terbatas sekitar empat kilometer dan mengimbau kelompok sensitif membatasi aktivitas berat di luar ruangan. Udara kabur diduga terkait sebaran asap karhutla dari luar NTT, namun BMKG menegaskan perlu analisis lanjutan untuk memastikan sumber partikelnya.

Oct 21, 2026 - 04:02
Updated: 8 hours ago
0
Udara Labuan Bajo Kabur Diselimuti Haze, BMKG Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Udara Labuan Bajo Kabur Diselimuti Haze, BMKG Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Fenomena haze atau udara kabur kembali menyelimuti Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (19/10). Kondisi ini membuat jarak pandang di kawasan tersebut terbatas sekitar empat kilometer dan sejumlah warga mengeluh mata perih.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, mengatakan pihaknya mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas berat di luar ruangan, terutama bagi kelompok sensitif. "Kami imbau bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta penderita saluran pernafasan untuk membatasi aktivitas berat di luar ruangan apabila udara berasap atau berdebu," kata Maria, Senin (19/10).

Maria menambahkan, masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan. Imbauan ini menyusul kondisi udara kabur yang dinilai berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya bagi warga yang memiliki riwayat masalah pernapasan.

Menurut Maria, fenomena haze di Labuan Bajo kemungkinan berkaitan dengan sebaran kabut asap kebakaran hutan dan lahan dari luar wilayah NTT. Namun, ia menegaskan perlu analisis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya karena partikel pembentuk udara kabur tidak hanya berasal dari asap.

"Berdasarkan pemantauan kondisi meteorologi, pola angin di wilayah NTT masih didominasi angin dari arah timur. Pola angin tersebut secara meteorologis memungkinkan terjadinya transportasi partikulat dari wilayah di sebelah timur NTT," jelasnya.

Apabila terdapat sumber emisi berupa kebakaran hutan dan lahan di wilayah timur, kata Maria, partikulat yang dihasilkan berpotensi terbawa aliran udara ke wilayah NTT. Selain karhutla, ia menyebut kemungkinan lain haze berasal dari percikan air laut yang menghasilkan partikel garam dan terangkat ke atmosfer karena wilayah NTT dikelilingi laut.

Maria menegaskan, indikasi partikulat halus dan aerosol berdasarkan pemodelan BMKG tidak serta merta menunjukkan bahwa kondisi tersebut hanya disebabkan oleh asap kebakaran. Penentuan sumber partikulat memerlukan analisis lebih lanjut, sedangkan kondisi kualitas udara aktual perlu dikonfirmasi melalui pengukuran langsung.

Fenomena haze sendiri merupakan kondisi atmosfer yang disebabkan partikel-partikel kecil yang mengaburkan pandangan dan mengurangi kejernihan langit. Fenomena ini kerap muncul ketika terjadi akumulasi debu, asap, atau uap air di atmosfer yang menghalangi cahaya. Selain di Labuan Bajo, udara kabur juga dilaporkan muncul di sejumlah wilayah lain di NTT.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User