Singapura Dilanda Rentetan Serangan Siber, Singtel dan DART Latih Staf Hadapi Ancaman Canggih

Singapura meluncurkan pelatihan deteksi dan respons serangan siber selama lima hari bersama Singtel dan DART usai sejumlah insiden peretasan. Pelatihan berbiaya S$8.000 per peserta ini menyasar personel pengelola infrastruktur informasi kritis, mencakup simulasi serangan ancaman persisten tingkat lanjut dan serangan berbasis AI.

Nov 04, 2026 - 16:02
Updated: 9 hours ago
0
Singapura Dilanda Rentetan Serangan Siber, Singtel dan DART Latih Staf Hadapi Ancaman Canggih
Singapura Dilanda Rentetan Serangan Siber, Singtel dan DART Latih Staf Hadapi Ancaman Canggih

Singapura mengambil langkah konkret menghadapi gelombang serangan siber yang belakangan menerpa sejumlah sektor. Singapore Telecommunications (Singtel) bersama penyedia layanan pelatihan keamanan siber DART meluncurkan program pelatihan intensif selama lima hari bagi staf keamanan siber.

Program bertajuk Deteksi dan Respons Ancaman Berkelanjutan Tingkat Lanjut itu dirancang membekali peserta kemampuan mendeteksi dan menanggapi serangan canggih, termasuk yang menyasar layanan vital Singapura. Pelatihan ini diprioritaskan bagi personel keamanan siber di organisasi yang mengoperasikan infrastruktur informasi kritis (CII), meski praktisi dari perusahaan lain juga diperbolehkan ikut serta.

Biaya pelatihan dipatok S$8.000 atau sekitar Rp113 juta per partisipan. Namun, tarif dapat turun menjadi S$1.000 atau sekitar Rp14 juta bagi peserta yang memenuhi syarat tertentu.

Peserta dapat memilih jalur teknologi informasi (IT) atau teknologi operasional. Kursus IT mencakup arsitektur jaringan, celah keamanan, serta deteksi dan respons insiden. Sementara jalur teknologi operasional berfokus pada sistem pendukung operasi kritis, termasuk perburuan ancaman, deteksi anomali, arsitektur jaringan, dan respons insiden.

Kedua jalur sama-sama membahas ancaman persisten tingkat lanjut (APT), serangan yang didukung kecerdasan buatan, dan berbagai ancaman baru lainnya. Setiap pelatihan ditutup dengan simulasi serangan pada jaringan CII, di mana peserta diminta menyelidiki dan menanggapi insiden APT secara langsung.

Wakil Presiden DART Consulting and Training, Omry Hayon, menegaskan pentingnya praktik langsung di tengah ancaman yang semakin canggih. Menurutnya, mereka yang melindungi infrastruktur penting tidak cukup hanya bermodal pengetahuan teoretis. "Melalui program ini, kami ingin memberi peluang kepada praktisi keamanan siber untuk membangun dan menguji kemampuan tersebut di lingkungan praktik langsung," ujarnya.

Pelatihan ini menyusul rangkaian insiden peretasan yang menimpa Singapura. Maskapai Singapore Airlines pada Selasa (3/11) melaporkan sekitar 46 ribu data pemesanan tiket diakses secara ilegal. Sebelumnya, platform agregator dan portal informasi keuangan MoneySmart juga mengaku diretas pada akhir Oktober, dengan data pribadi pelanggan seperti nama dan alamat email dicuri pihak ketiga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User