Stok BBM Bali Naik Jadi 15 Hari, Pertamina Kini Kerahkan Tujuh Kapal dari Jawa
Pertamina menambah kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali dari tiga menjadi tujuh unit untuk mempercepat pemulihan distribusi. Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, cadangan BBM di Bali sudah dinaikkan dari 11 hari menjadi 15 hari. Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut antrean di SPBU mulai berkurang, sementara aturan ganjil-genap pengisian BBM diperpanjang hingga 23 Oktober 2026.
PT Pertamina (Persero) bergerak cepat memulihkan layanan bahan bakar minyak di Bali. Selain menambah armada pengangkut, perusahaan pelat merah itu mengoptimalkan infrastruktur distribusi serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Langkah tersebut membuahkan hasil. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pasokan BBM di Bali mulai pulih setelah cadangan dinaikkan dari sebelumnya 11 hari menjadi 15 hari. Hal itu disampaikannya saat meninjau Fuel Terminal Sanggaran bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Senin (19/10).
"Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di Bali sudah bisa teratasi. Tadi saya minta Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari, dan sore ini sudah tercapai. Jadi stok kita di Bali aman 15 hari," ujar Bahlil.
Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina menambah jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa menuju Bali, dari semula tiga kapal menjadi tujuh kapal. Operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran juga dioptimalkan agar penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM ke berbagai wilayah Pulau Dewata berjalan lancar.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan kelancaran pasokan energi menjadi prioritas, terutama untuk menopang mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah. "Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya," kata Simon.
Dari sisi pemerintah daerah, Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi langkah cepat Pertamina dan sinergi berbagai pihak. Menurut dia, suplai ke SPBU sejak Sabtu dan Minggu berjalan lancar dan antrean sudah jauh berkurang. Sejumlah kebijakan pengaturan aktivitas masyarakat, seperti bekerja dari rumah, pembelajaran daring, serta pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap, turut mendukung kelancaran pelayanan. Aturan ganjil-genap diperpanjang hingga 23 Oktober 2026, namun dapat dievaluasi lebih awal sesuai kondisi lapangan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menambahkan, perusahaan terus memperkuat pasokan, termasuk melalui kedatangan kargo Pertamax dan penjadwalan tambahan pengiriman. Tidak hanya SPBU, pasokan Pertamax di Pertashop juga akan dimaksimalkan.
Di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, pendangkalan sungai akibat cuaca memengaruhi akses kapal besar. Pertamina pun menyesuaikan pola distribusi, termasuk mengoptimalkan jalur darat sebagai alternatif. Bahlil memastikan ketahanan stok BBM nasional tetap terjaga, dengan cadangan Pertalite pada kisaran 16 hingga 18 hari dan jenis BBM lainnya lebih dari 20 hari. "Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar," ujarnya.
Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama proses pemulihan layanan dan berkomitmen terus mengevaluasi serta memperbaiki pelayanan energi kepada masyarakat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)