Serangan Rudal Houthi Lumpuhkan Penerbangan Arab Saudi, 14 Maskapai Internasional Batalkan Rute ke Riyadh
Serangan rudal yang dikaitkan dengan Houthi Yaman menyebabkan Bandara Internasional King Khalid Riyadh ditutup hingga 17 Oktober. Akibatnya, 14 maskapai internasional membatalkan atau menangguhkan penerbangan ke Riyadh dan kota lain di Arab Saudi. Data Cirium mencatat 486 dari 1.048 keberangkatan dibatalkan pada Senin (12/10), sementara sehari sebelumnya 623 dari 1.096 penerbangan terdampak.
Serangan rudal yang dikaitkan dengan kelompok Houthi Yaman memaksa sejumlah maskapai internasional menghentikan sementara penerbangan ke Riyadh, Arab Saudi. Bandara Internasional King Khalid di ibu kota negara itu dijadwalkan tetap ditutup hingga Sabtu (17/10), menurut pemberitahuan penerbangan yang diterbitkan Senin (12/10). Gangguan tidak hanya terjadi di Riyadh, tetapi juga meluas ke Dammam dan Jeddah.
Data perusahaan analitik penerbangan Cirium menunjukkan dampak besar pada jadwal penerbangan. Pada Senin (12/10), sebanyak 486 dari 1.048 keberangkatan terjadwal dari bandara-bandara di Arab Saudi dibatalkan atau tidak beroperasi, setara 46,4 persen dari total penerbangan. Sehari sebelumnya, Minggu (11/10), gangguan lebih parah terjadi dengan 623 dari 1.096 keberangkatan dibatalkan. Di Bandara Internasional King Khalid, 353 dari 354 keberangkatan yang dijadwalkan pada hari itu terdampak.
Sejumlah maskapai memperpanjang penangguhan penerbangan hingga pertengahan atau akhir Oktober, bahkan ada yang menunda pembukaan rute sampai tahun depan. Berikut daftar maskapai yang membatalkan, menangguhkan, atau menunda penerbangan ke Riyadh dan kota lain di Arab Saudi berdasarkan informasi hingga Selasa (13/10).
Air France-KLM memperpanjang penangguhan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga akhir Oktober 2026. Air India memperpanjang penangguhan hingga 15 Oktober 2026. Akasa Air menangguhkan penerbangan ke Riyadh dan Jeddah hingga 13 Oktober 2026. Cathay Pacific menunda pembukaan kembali rute Hong Kong-Riyadh dan Hong Kong-Dubai hingga 31 Januari 2027. Delta Air Lines menunda peluncuran rute Atlanta-Riyadh hingga Maret 2027.
Emirates membatalkan sejumlah penerbangan Dubai-Riyadh pada 13 Oktober, termasuk EK815, EK817, dan EK819, serta penerbangan pulang EK816. Beberapa layanan ke Jeddah dan Dammam turut terdampak dengan status berbeda menurut rute dan tanggal. Etihad Airways membatalkan seluruh penerbangan Abu Dhabi-Riyadh hingga 19 Oktober 2026, juga Abu Dhabi-Dammam hingga tanggal yang sama, sementara sejumlah layanan ke Jeddah ikut terdampak.
Flydubai memperpanjang pembatalan penerbangan ke Riyadh, Dammam, dan Abha hingga 19 Oktober 2026, meski tidak semua penerbangan ke Arab Saudi dibatalkan. Gulf Air membatalkan penerbangan dari dan menuju Riyadh pada 12-17 Oktober 2026. IndiGo memperpanjang pembatalan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 15 Oktober 2026. Lufthansa Group membatalkan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober 2026.
Philippine Airlines memperpanjang penangguhan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga 29 November 2026. Qatar Airways menangguhkan sementara penerbangan dari dan menuju Riyadh serta Dammam tanpa tanggal pasti pembukaan kembali. Air Arabia membatalkan sejumlah penerbangan dari Sharjah ke Riyadh dan Abha pada 13 Oktober, serta beberapa layanan ke Taif dan kota lain di Arab Saudi.
Meski banyak pembatalan, tidak semua penerbangan ke Arab Saudi dihentikan. Sejumlah layanan di rute tertentu masih tercantum dalam jadwal. Penumpang diimbau memeriksa status penerbangan masing-masing melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara, karena jadwal dapat berubah mengikuti perkembangan situasi keamanan dan operasional bandara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)