Rupiah Pagi Ini Tembus Rp17.948 per Dolar AS, Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicunya

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.948 per dolar AS pada perdagangan Selasa (13/10) pagi. Analis DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan pelemahan dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah dunia naik, dengan rentang pergerakan hari ini Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Oct 13, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Rupiah Pagi Ini Tembus Rp17.948 per Dolar AS, Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicunya
Rupiah Pagi Ini Tembus Rp17.948 per Dolar AS, Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicunya

Nilai tukar rupiah memulai perdagangan Selasa (13/10) pagi dengan posisi melemah di level Rp17.948 per dolar AS. Mata uang Garuda tercatat turun 35 poin atau setara 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China melemah 0,02 persen, peso Filipina terdepresiasi 0,11 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,02 persen. Won Korea Selatan mencatat koreksi lebih dalam, yakni 0,28 persen.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru menguat. Yen Jepang naik 0,18 persen dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen. Sementara dolar Singapura terpantau bergerak datar terhadap dolar AS.

Mata uang negara maju juga menunjukkan arah yang beragam. Euro Eropa menguat 0,14 persen, poundsterling Inggris naik 0,07 persen, serta dolar Kanada dan franc Swiss masing-masing menguat 0,09 persen. Adapun dolar Australia melemah 0,06 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih akan tertekan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Menurutnya, tekanan tersebut tidak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah memanasnya geopolitik di Timur Tengah yang memicu harga minyak mentah dunia kembali naik," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/10).

Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Rentang tersebut mencerminkan potensi fluktuasi yang masih terbuka lebar seiring dinamika global yang berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User