Menlu Iran Tuding Netanyahu Cari Perang Baru demi Hindari Penjara

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sengaja mendorong Amerika Serikat ke konflik baru agar terhindar dari hukuman penjara. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas dukungan Donald Trump kepada Netanyahu menjelang pemilihan legislatif Israel, di tengah tekanan kasus korupsi dan surat perintah penangkapan ICC.

Oct 19, 2026 - 08:03
Updated: 22 hours ago
0
Menlu Iran Tuding Netanyahu Cari Perang Baru demi Hindari Penjara
Menlu Iran Tuding Netanyahu Cari Perang Baru demi Hindari Penjara

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya menyeret Amerika Serikat ke dalam perang lain demi menghindari hukuman penjara. Tudingan itu disampaikan Araghchi melalui unggahan di platform X pada Senin (19/10), sebagai tanggapan atas dukungan Presiden AS Donald Trump kepada Netanyahu menjelang pemilihan legislatif Israel.

Dalam pernyataannya, Araghchi menyoroti pernyataan Trump yang menyebut Netanyahu sebagai sosok berani dan mampu menyelesaikan pekerjaan. Menlu Iran itu lantas mengingatkan bahwa upaya serupa sebelumnya justru membuat Iran semakin kuat. "Kali terakhir Anda ingin 'menyelesaikan pekerjaan,' Iran justru muncul kian tangguh. Mau coba keberuntungan lagi? Silakan," ujar Araghchi.

Araghchi juga memperingatkan Israel dan AS agar berhati-hati terhadap Teheran, seraya menegaskan bahwa Iran masih memiliki persoalan yang belum selesai. Menurutnya, Netanyahu mendorong Amerika ke dalam perang baru semata-mata untuk menghindari penjara, tanpa memedulikan dampak bagi Israel maupun Presiden AS.

Meski tidak merinci kasus yang dimaksud, Araghchi tampaknya merujuk pada persoalan hukum yang membelit Netanyahu di dalam negeri. Perdana Menteri Israel itu tengah menghadapi persidangan atas dugaan korupsi, penipuan, suap, dan pelanggaran kepercayaan. Di tingkat internasional, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Jalur Gaza.

Pernyataan Araghchi muncul setelah Trump memberikan dukungan terbuka kepada Netanyahu menjelang pemilihan legislatif pada akhir Oktober. Lewat unggahan di Truth Social, Trump memuji Netanyahu sebagai perdana menteri, pejuang hebat, dan mitra yang jauh lebih hebat dalam upaya mewujudkan perdamaian melawan Republik Islam Iran. Trump juga menyinggung slogan anti-Israel dan anti-Amerika yang kerap muncul dalam demonstrasi di Iran.

Dalam unggahannya, Trump menegaskan bahwa slogan tersebut bukan sekadar retorika dan bisa terwujud kapan saja. Ia mengklaim Iran telah dihancurkan secara sistematis, baik secara militer maupun keuangan, dan mengancam akan segera menyelesaikan pekerjaan itu jika Teheran tidak mengubah sikapnya.

Ketegangan AS-Iran sendiri masih berlangsung. Pada akhir Februari, AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Teheran merespons dengan serangan balasan dan menutup Selat Hormuz. Hingga kini, kedua negara masih terlibat pertempuran meski sempat ada gencatan senjata dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang. Di sisi lain, Netanyahu dikabarkan berulang kali membujuk Trump untuk melanjutkan perang bahkan sebelum pemilihan sela AS pada awal November.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User