Republik Kalah di Pemilu Sela AS, Massa Teheran Turun ke Jalan Bakar Foto Trump dan Vance
Massa di Teheran memadati Alun-Alun Enghelab dan membakar spanduk bergambar Presiden AS Donald Trump serta Wakil Presiden JD Vance pada Rabu (4/11). Aksi ini berlangsung setelah Partai Republik kalah dalam pemilu sela AS, sekaligus memperingati pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979. Meski Partai Demokrat menang, Iran tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan militer Amerika Serikat.
Sejumlah massa memadati Alun-Alun Enghelab, Teheran, pada Rabu (4/11) dan membakar spanduk bergambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Wakil Presiden JD Vance. Aksi pembakaran itu menjadi sorotan setelah Partai Republik menelan kekalahan dalam pemilu sela Amerika Serikat.
Aksi tersebut tidak berdiri sendiri. Massa juga menjadikannya sebagai momen untuk memperingati peristiwa pengambilalihan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran pada 1979, peristiwa yang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam narasi politik Iran terhadap Washington.
Meski Partai Demokrat keluar sebagai pemenang dalam pemilu sela tersebut, Iran disebut tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan militer Amerika Serikat. Kewaspadaan itu menunjukkan bahwa perubahan peta politik di Washington tidak serta-merta melunak terhadap sikap Teheran.
Selama ini para pemimpin Iran memang menyebut Amerika Serikat sebagai musuh utama. Mereka menjuluki negara itu sebagai "Setan Besar", sebutan yang telah lama melekat dalam retorika politik Iran terhadap Amerika Serikat.
Pemandangan di Alun-Alun Enghelab tersebut memperlihatkan bagaimana isu politik Amerika Serikat, khususnya hasil pemilu sela, tetap menjadi perhatian publik Iran. Pembakaran spanduk bergambar Trump dan Vance menjadi simbol sikap massa terhadap pemerintahan Amerika Serikat.
Aksi itu sekaligus menegaskan bahwa peringatan pengambilalihan Kedutaan Besar AS pada 1979 masih dijadikan rujukan dalam memobilisasi massa di Iran. Peringatan tersebut dirangkai dengan respons atas kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela.
Di sisi lain, kemenangan Partai Demokrat tidak mengubah kewaspadaan Iran terhadap potensi serangan militer Amerika Serikat. Teheran tetap menempatkan Amerika Serikat sebagai ancaman utama dalam kebijakan pertahanannya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)