Trump Akui Perang Iran Jadi Biang Kekalahan Republik di Pemilu Sela
Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa keputusannya memerangi Iran turut menyebabkan kekalahan Partai Republik di pemilu sela. Konflik dengan Iran memicu lonjakan harga minyak dunia yang membuat warga Amerika tidak puas. Meski begitu, Trump menilai masyarakat tetap memahami langkahnya terkait Iran. Demokrat menang besar di Senat dan DPR, termasuk di negara bagian konservatif seperti Kansas dan Texas.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa keputusannya meluncurkan perang terhadap Iran menjadi salah satu penyebab kekalahan Partai Republik pada pemilu sela. Pengakuan langka ini disampaikan Trump dalam wawancara bersama Fox News Democracy 26 pada Selasa (3/11).
Dalam wawancara tersebut, Trump awalnya memberi selamat kepada Partai Demokrat yang berhasil memenangi kursi di Kongres. Ia menyebut kemenangan itu sudah lama dinanti Demokrat, bahkan selama 11 tahun, dan mengaku tidak menganggapnya sebagai masalah besar.
"Yah, saya akan katakan ini: selamat kepada Partai Demokrat. Mereka melakukannya dengan baik. Mereka telah menantikan momen ini selama 11 tahun, dan akhirnya mereka mendapatkannya. Namun, saya tidak menganggap ini sebagai masalah... Saya bisa bekerja sama dengan mereka dalam banyak hal," ujar Trump seperti dikutip AFP.
Kendati begitu, Trump menegaskan bahwa ia siap menggunakan hak vetonya jika terjadi perselisihan dengan Demokrat di Kongres. Salah satu pemicu perselisihan adalah keputusan Trump memerangi Iran, yang sejak awal ditolak kader Demokrat karena biaya perang dinilai lebih baik dialokasikan untuk kepentingan nasional seperti layanan kesehatan dan pendidikan.
Penolakan terhadap perang Iran tidak hanya datang dari Demokrat, tetapi juga dari masyarakat luas. Berbagai jajak pendapat menunjukkan kebijakan itu tidak disukai warga Amerika karena berdampak pada kenaikan harga minyak.
Terkait hal itu, Trump mengakui bahwa konflik berkepanjangan dengan Iran yang memicu lonjakan harga minyak dunia turut berkontribusi pada kekalahan Republik. "Menurut saya, salah satu faktornya adalah Iran, tetapi pada saat yang sama, masyarakat memahami pentingnya langkah-langkah yang telah saya ambil terkait Iran," ucapnya.
Hasil pemilu sela menunjukkan Partai Republik kalah dari Partai Demokrat di Senat maupun DPR. Berdasarkan penghitungan suara New York Times, Republik diproyeksi meraih 44 kursi di Senat, sementara Demokrat 54 kursi. Di DPR, Republik hanya memperoleh sekitar 139 kursi, sedangkan Demokrat 228 kursi.
Kemenangan Demokrat ini tercatat sebagai yang pertama kali terjadi di negara bagian konservatif seperti Kansas dan Texas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)