Abdul El Sayed Klaim Menang, Bakal Jadi Senator Muslim Pertama dari Michigan?
Kandidat senator AS dari Michigan, Abdul El Sayed, mengklaim kemenangan atas rivalnya Mike Rogers dengan perolehan 50,6 persen suara. Jika terkonfirmasi, ia akan menjadi senator Muslim pertama di Michigan. El Sayed dikenal sebagai pendukung Medicare for All dan pengkritik keras Israel, yang membuatnya sering dituduh antisemit oleh Trump dan Partai Republik.
Abdul El Sayed, kandidat senator Amerika Serikat untuk negara bagian Michigan, mengklaim kemenangan dalam perebutan kursi Senator AS. Berdasarkan hasil sementara pemungutan suara pada Selasa (3/11), politisi Muslim tersebut memimpin dengan perolehan 50,6 persen suara menurut penghitungan NBC News.
El Sayed unggul atas rivalnya dari Partai Republik, Mike Rogers, yang diproyeksi hanya memperoleh 47,5 persen suara. Dengan keunggulan ini, El Sayed berpotensi menjadi senator Muslim pertama di Michigan jika hasil akhirnya terkonfirmasi.
Sosok El Sayed bukanlah nama baru di dunia kesehatan publik. Pria berusia 42 tahun itu merupakan mantan pejabat kesehatan masyarakat yang berasal dari keluarga imigran, dengan ayah kelahiran Mesir dan ibu kelahiran Amerika Serikat. Ia lahir di Detroit dan menempuh pendidikan di University of Michigan serta Columbia University di New York, bahkan sempat meraih beasiswa Rhodes di Oxford, salah satu beasiswa akademik paling bergengsi di dunia.
Sebagai ahli epidemiologi, El Sayed pernah menjabat sebagai direktur layanan kesehatan masyarakat untuk Wayne County, wilayah yang mencakup Detroit. Namun, ia belum pernah menduduki jabatan publik setelah kalah dalam pemilihan pendahuluan gubernur Michigan pada 2018. Baru pada Agustus lalu, ia memenangkan pemilihan pendahuluan untuk kursi Senat Michigan.
Dalam kampanyenya, El Sayed mengusung sejumlah kebijakan progresif, terutama Medicare for All, yaitu rencana perluasan layanan kesehatan yang didanai pemerintah agar dapat diakses seluruh masyarakat AS. Ia juga dikenal sebagai pengkritik keras Israel, meski telah menegaskan dirinya bukan antisemit.
Sikap kritisnya terhadap Israel membuat Presiden AS Donald Trump dan tokoh-tokoh Partai Republik berulang kali menuduhnya sebagai pembenci Yahudi dan simpatisan teroris. Pada 7 Oktober, Trump menulis di Truth Social, "Dia adalah ekstremis radikal, simpatisan teroris, dan tidak berbeda dengan sahabatnya, Hasan Piker, yang membenci Amerika."
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)