Rangkaian Kriminal Jakarta: Mahasiswi Tewas Dicekoki Ekstasi hingga 87 Napi Dipindah ke Nusakambangan
Sejumlah peristiwa kriminal mewarnai Jakarta pada Kamis (10/9), mulai dari mahasiswi berinisial S yang tewas usai dicekoki ekstasi dan riklona oleh mahasiswa ID di pesta karaoke PIK 2, pemindahan 87 narapidana berisiko tinggi dari Lapas Cipinang ke Nusakambangan, penangkapan empat remaja pembawa ganja di Tanjung Priok, hingga pengungkapan sindikat sabu dan penyitaan empat senjata api di Bekasi.
Sejumlah peristiwa kriminal terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (10/9). Mulai dari kasus mahasiswi yang tewas setelah dicekoki ekstasi, pemindahan narapidana berisiko tinggi ke Nusakambangan, penangkapan remaja pembawa ganja, hingga pengungkapan sindikat sabu dan penyitaan senjata api.
Kasus pertama menimpa seorang mahasiswi berinisial S yang tewas usai dicekoki ekstasi dan obat riklona oleh seorang mahasiswa berinisial ID. Peristiwa itu terjadi dalam sebuah pesta karaoke di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadillah mengungkapkan, kasus tersebut bermula ketika tersangka mengajak korban bersama sejumlah rekannya untuk karaoke di kawasan PIK 2 pada Rabu (2/9) malam.
Polisi mengungkapkan alasan ID mencekoki ekstasi kepada korban, yakni agar mereka bisa senang bersama-sama. "Keterangan dari tersangka ini karena biar sama-sama happy, sama-sama senang gitu. Karena efek dari obat tersebut kan senang, bahagia, merasa mereka bisa sama-sama minum," kata Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadillah kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Di sisi lain, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang memindahkan 87 narapidana kategori berisiko tinggi (high risk) ke Nusakambangan, Jawa Tengah. Kepala Lapas Kelas I Cipinang Syarpani menyatakan bahwa pemindahan ini merupakan bagian dari mitigasi risiko dan penataan keamanan. "Kami memastikan seluruh proses dilaksanakan secara profesional, sesuai prosedur, dan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Sementara itu, personel Brigade Mobil (Brimob) bersama Tim Patroli Presisi Polres Metro Jakarta Utara menangkap empat orang remaja karena kedapatan membawa 13 klip plastik diduga berisi narkotika jenis ganja. Penangkapan terjadi di kawasan Jalan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis dini hari. Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menjelaskan, penangkapan bermula saat petugas gabungan tengah melakukan patroli rutin untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan.
Terakhir, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar sindikat peredaran narkotika jenis sabu sekaligus menyita empat pucuk senjata api dan airsoft gun beserta amunisinya di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Ardyan Yudo Setyantono menjelaskan, dalam pengungkapan pada Rabu (2/9), polisi menangkap lima orang tersangka berinisial RAH (41), NAS (19), MF (28), AN (27), dan RM (24).
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0