PTPN Klaim Indonesia Sudah Swasembada Gula Kristal Putih, Produksi Naik Jadi 1,3 Juta Ton
Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III) menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada gula kristal putih tahun ini. Produktivitas tebu meningkat lewat program bongkar ratun dengan bibit unggul dari Kementerian Pertanian. PTPN berkontribusi sekitar 45 persen kebutuhan gula nasional, dengan produksi yang diperkirakan naik dari 1,2 juta ton menjadi 1,3 juta ton.
Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III) Persero mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada gula kristal putih pada tahun ini. Klaim tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna dalam CNN Indonesia Agrifood Forum 2026, Senin (19/10).
Menurut Denaldy, capaian swasembada ini turut didorong oleh peningkatan produktivitas tebu. Salah satu program yang berperan adalah bongkar ratun, yakni peremajaan tanaman tebu rakyat menggunakan bibit unggul yang disediakan Kementerian Pertanian.
"Tadi Pak Wamentan menyampaikan bahwa kita tahun ini sudah swasembada gula kristal putih. Dan memang itu juga berkat program di mana tahun lalu kita mengadakan bongkar ratun," kata Denaldy dalam forum tersebut.
Denaldy menjelaskan, pada tahun lalu PTPN berkontribusi sekitar 45 persen terhadap total kebutuhan gula nasional dengan produksi mencapai sekitar 1,2 juta ton. Untuk tahun ini, perusahaan memperkirakan produksi gula meningkat menjadi 1,3 juta ton.
"Jadi kalau tahun lalu PTPN yang memberikan kontribusi sekitar 45% dari total kebutuhan, yaitu tahun lalu kita memproduksi gula sekitar 1,2 (juta ton) kita ekspektasikan 1,3 (juta ton). Jadi salah satu aspek tugas daripada PTPN adalah bagaimana bisa meningkatkan produktivitas yang nantinya akan meningkatkan produksi," ujarnya.
Peningkatan produktivitas dinilai tidak hanya berdampak pada produksi nasional, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan petani tebu melalui kenaikan hasil panen. Denaldy mencontohkan, tambahan produktivitas satu ton tebu per hektare dapat meningkatkan pendapatan petani hampir Rp11 juta per hektare.
"Tambahan satu ton per hektare saja itu bisa meningkatkan pendapatan petani hampir sampai dengan 11 juta per hektare," jelasnya.
Karena itu, PTPN terus berupaya meningkatkan produktivitas, memastikan ketersediaan bibit unggul, serta menjaga efisiensi produksi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan sekaligus kesejahteraan petani tebu.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)