Prabowo Buka Opsi Penghematan Lebih Besar, Singgung Babak Kedua Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melanjutkan efisiensi anggaran besar-besaran jika diperlukan. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, ia mengibaratkan masa pemerintahan lima tahun baru memasuki babak pertama. Sejak awal jabatan, Prabowo menerbitkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 dengan target penghematan sekitar Rp306,69 triliun, dan pemerintah mengklaim penghematan tahun pertama tembus lebih dari Rp300 triliun.
Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal bahwa pemerintah tidak menutup kemungkinan memperluas kebijakan penghematan anggaran di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. Menurutnya, langkah efisiensi lanjutan akan diambil apabila kondisi memang menuntut demikian.
"Kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran, kalau lebih hemat lagi nanti," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).
Dalam sidang tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja menghadapi sejumlah tantangan, namun ia mengakui pekerjaan belum tuntas. Ia menganalogikan masa pemerintahan lima tahun sebagai pertandingan sepak bola yang baru memasuki babak pertama.
Menurut Prabowo, pemerintahannya belum mencapai titik tengah masa jabatan. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah bersabar karena setiap pejabat memiliki peran dan waktunya masing-masing dalam menjalankan tugas.
"Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke half time. Kita ini lima tahun, jadi dua setengah tahun baru babak pertama habis, setelah itu kita akan ke babak kedua," ujarnya.
Kebijakan efisiensi anggaran memang menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Prabowo sejak awal menjabat. Pada Januari 2025, ia menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi belanja kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dengan target penghematan sekitar Rp306,69 triliun.
Dalam perkembangannya, pemerintah menyatakan penghematan anggaran pada tahun pertama pemerintahan telah mencapai lebih dari Rp300 triliun. Capaian itu disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat fiskal di tengah tekanan ekonomi global.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)