DEN Desak Pemerintah Siapkan Layanan Kesehatan Khusus bagi Warga Terdampak Asap Karhutla

Dewan Ekonomi Nasional meminta pemerintah menyediakan layanan kesehatan khusus, termasuk pembagian masker, bagi warga di enam titik terdampak asap karhutla di Kalimantan, Jambi, dan Riau. Usulan ini disampaikan Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu dalam pembahasan bersama Presiden Prabowo, seiring masih berlangsungnya pemadaman lahan di sejumlah provinsi prioritas.

Oct 22, 2026 - 00:01
Updated: 8 hours ago
0
DEN Desak Pemerintah Siapkan Layanan Kesehatan Khusus bagi Warga Terdampak Asap Karhutla
DEN Desak Pemerintah Siapkan Layanan Kesehatan Khusus bagi Warga Terdampak Asap Karhutla

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mendorong pemerintah menyiapkan layanan kesehatan khusus bagi masyarakat yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fokus layanan tersebut diarahkan ke enam titik yang dinilai paling terdampak di sejumlah wilayah Kalimantan, Jambi, dan Riau.

Usulan itu disampaikan Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu dalam pembahasan bersama Presiden Prabowo Subianto mengenai penanganan karhutla. Menurut Mari, selain pemadaman api, pemerintah perlu memberi perhatian serius pada dampak kebakaran terhadap kesehatan warga di wilayah yang dilanda asap.

"Kita juga memberi saran untuk melakukan pelayanan kesehatan di tempat-tempat yang paling terkena, yaitu tiga provinsi di Kalimantan, Jambi, dan Riau. Itu enam titik yang memang sangat terkena oleh asap dari kebakaran hutan," ujar Mari dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

Layanan kesehatan yang dimaksud mencakup pembagian masker untuk melindungi warga dari paparan asap. Mari menegaskan penyediaan masker dan pelayanan kesehatan khusus bagi warga terdampak perlu disiapkan secara tersendiri. "Bagaimana pemerintah juga memberi pelayanan kesehatan yang khusus kepada mereka-mereka, termasuk pembagian masker dan seterusnya," katanya.

Di sisi lain, DEN menilai penanganan karhutla juga harus mencakup langkah di lapangan, termasuk pengairan lahan gambut. Upaya itu dinilai penting agar penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada pencegahan meluasnya asap.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Oktober 2026, masih ada 570,08 hektare lahan yang dalam proses pemadaman dan pendinginan di enam provinsi prioritas. Dari total target penanganan seluas 1.024,33 hektare, tim gabungan telah memadamkan 454,25 hektare.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan area yang masih ditangani paling luas, yakni 389,39 hektare, disusul Sumatra Selatan 108,50 hektare dan Jambi 64,50 hektare. Sementara di Kalimantan Selatan tersisa 7,50 hektare lahan yang ditangani dan Kalimantan Barat 0,19 hektare. Seluruh lahan terdampak karhutla seluas 3,30 hektare di Riau dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

BNPB juga mengerahkan operasi udara dan darat untuk menangani karhutla. Pemerintah menyiapkan 49 armada udara, terdiri atas 32 unit untuk pengeboman air (water bombing) dan 17 pesawat patroli maupun operasi modifikasi cuaca. Di darat, lebih dari 60 ribu personel gabungan dikerahkan di enam provinsi prioritas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User