Asap Karhutla Indonesia Belum Padam, Kuala Lumpur Masih Berselimut Kabut hingga Picu Krisis Pernapasan
Kabut asap akibat karhutla di Indonesia masih menyelimuti Kuala Lumpur, Malaysia, hingga Rabu (21/10). IQAir mencatat AQI 172 atau kategori tidak sehat, sementara Nusantara Atlas mendeteksi 1,15 juta titik panas di Indonesia. Dampak asap lintas batas ini memicu krisis pernapasan bagi ratusan ribu warga di Malaysia, Singapura, hingga Timor Leste.
Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih menyelimuti Kuala Lumpur, Malaysia, hingga Rabu (21/10). Kondisi ini terjadi karena karhutla di Indonesia belum juga padam.
Berdasarkan pemantauan IQAir, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Kuala Lumpur tercatat mencapai angka 172. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat, sehingga kualitas udara di ibu kota Malaysia itu dinilai buruk bagi kesehatan warga.
Data Nusantara Atlas juga menunjukkan sebanyak 1,15 juta titik panas terdeteksi tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah titik panas yang besar ini menjadi sumber utama asap yang terbawa hingga ke luar negeri.
Dampak kabut asap lintas batas tidak hanya dirasakan Malaysia. Krisis pernapasan akibat paparan asap juga dilaporkan menimpa ratusan ribu warga di Singapura hingga Timor Leste.
Hingga kini, asap karhutla yang tak kunjung hilang tersebut masih menjadi persoalan serius bagi negara-negara di kawasan, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas udara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)