Polisi Bongkar Lapak Sewa Bong di Kampung Ambon, Tarifnya Cuma Rp2 Ribu

Petugas gabungan Polres Metro Jakarta Barat menemukan lapak penyewaan bong atau alat isap narkoba saat membongkar tempat penyalahgunaan narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Lapak bertarif Rp2.000 untuk sewa alat dan Rp5.000 untuk top up itu juga menyimpan timbangan, plastik klip sabu, hingga KTP yang diduga digadaikan pecandu.

Oct 13, 2026 - 08:03
Updated: 24 hours ago
0 0
Polisi Bongkar Lapak Sewa Bong di Kampung Ambon, Tarifnya Cuma Rp2 Ribu
Polisi Bongkar Lapak Sewa Bong di Kampung Ambon, Tarifnya Cuma Rp2 Ribu

Petugas gabungan Polres Metro Jakarta Barat mengungkap praktik penyewaan bong atau alat isap narkoba saat membongkar lokasi penyalahgunaan narkoba di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa. Temuan itu memperlihatkan pola transaksi yang lebih rapi dari sekadar jual beli barang haram.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi bersama Kasat Reserse Narkoba AKBP Vernal A. Sambo menelusuri lokasi dan menemukan sebuah kotak berisi sejumlah bong, korek api, plastik klip sabu, alat timbang, serta sejumlah barang bukti lain. Penemuan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Di lokasi yang sama, polisi mendapati potongan kardus bertuliskan tawaran sewa bong dan sewa isi ulang narkoba. Tertulis dalam kardus tersebut, "Selamat Datang di Lapak Babeh Bentas. Sewa Alat: 2.000 (rupiah) dan Top Up: 5.000 (rupiah)."

Selain barang bukti tersebut, petugas menemukan buku tulis berisi catatan harian pembelian atau penjualan. Polisi juga mengamankan selembar KTP milik seseorang yang diduga menggadaikan surat berharga itu agar bisa mengonsumsi narkoba karena tidak memiliki uang.

"Ini ada timbangan juga. Kemudian ini (menunjukkan KTP), sepertinya dia itu habis dan dia menggadaikan KTP," ujar Nasriadi.

Menurut Nasriadi, pola transaksi semacam itu memang kerap muncul di kawasan rawan seperti Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Ada pihak yang hanya menyewakan alat isap, ada pula yang menjual narkoba. Di lapak tersebut, pengguna bisa memakai tempat, menyewa alat seharga Rp2.000, dan menambah isi ulang dengan Rp5.000.

Nasriadi menilai pola itu membuat pecandu dan pengedar merasa nyaman bertransaksi. Karena itu, ia menegaskan lokasi-lokasi tersebut harus diberantas dan dihancurkan seluruhnya, sejalan dengan atensi Kapolri dan Kapolda untuk memberantas narkoba di wilayah itu.

Sebelumnya, ratusan personel gabungan Polres Metro Jakarta Barat membongkar puluhan lapak yang biasa dipakai pecandu untuk transaksi dan mengonsumsi narkoba. Lapak-lapak itu berdiri di bantaran Kali Jalan Kristal Ujung, RT 15 RW 007, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, tepat di depan tumpukan sampah. Petugas membongkar lapak menggunakan kayu dan mengumpulkan puing-puingnya di satu tempat khusus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User