Polisi Beberkan Hasil Visum Pria di Kebon Jeruk yang Tewas Terbungkus Sleeping Bag
Polisi menyatakan hasil visum mayat pria berinisial MF (24) yang ditemukan terbungkus sleeping bag di kamar indekosnya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan. Penyebab kematian masih diselidiki di laboratorium Mabes Polri. Keluarga mengungkap kronologi penemuan jasad yang mengenakan smart watch dan masker dua lapis.
Polisi mengungkap hasil visum terhadap jasad pria berinisial MF (24) yang ditemukan dalam kondisi terbungkus kain hitam di kamar indekosnya di Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (8/10). Menurut Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu, hasil pemeriksaan rumah sakit tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan kematian korban.
"Sudah divisum RS Polri. Hasil, tidak ada kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia," ujar Darto melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu. Meski demikian, penyelidikan masih terus berlanjut. Darto menyebut saat ini pemeriksaan tengah dilakukan di laboratorium Mabes Polri untuk mendalami penyebab pasti kematian korban.
Darto juga menegaskan bahwa kain yang membungkus tubuh korban adalah sleeping bag. "Itu mayat kebetulan pakai baju sleeping bag," katanya. Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dalam kondisi terbungkus kain berwarna hitam di dalam kamar indekosnya.
Kakak korban, Fani, menceritakan bahwa MF masih sempat berkomunikasi melalui telepon seluler dua hari sebelum ditemukan meninggal, tepatnya Selasa (6/10). Namun, pada Rabu dan Kamis, keluarga tidak lagi bisa menghubungi korban. "Ibu saya hari Rabu dan Kamis itu mencoba komunikasi sama adik saya, tapi enggak bisa dihubungi," ujar Fani saat dikonfirmasi, Minggu.
Fani yang berada di luar negeri kemudian memesan ojek online pada Kamis (8/10) pagi untuk mengecek kondisi adiknya. Setibanya di lokasi, pengendara ojol tersebut melakukan telepon video untuk melaporkan keadaan korban. Menurut Fani, penjaga kos sempat mengambil kunci serep, tetapi pintu tidak bisa dibuka karena kunci dari dalam masih tersangkut. Penjaga kos lalu meminta izin pemilik untuk mendobrak pintu.
Setelah pintu dibuka, kondisi kamar gelap karena token listrik habis. Di atas kasur, tubuh korban terbungkus selimut sangat ketat dari ujung kepala hingga kaki dalam posisi telentang dan tidak bergerak. Orang-orang di sekitar lokasi tidak ada yang berani menyentuh korban, dan penjaga kos memanggil pengurus RT.
Fani juga mendapat kesaksian bahwa di dekat korban terdapat telepon seluler yang sedang mengisi daya serta dua botol cairan cloroform, lem acrylic, dan liquid untuk leather. Penjaga kos disebut masih berpapasan dengan korban pada Rabu sore dan tidak mendengar suara keributan pada Rabu malam. CCTV di lokasi tidak dapat diakses karena telah diambil polisi sebagai alat bukti.
Fani mengungkapkan hasil sementara dari kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, tubuh korban sudah membengkak dan sulit diidentifikasi. Korban ditemukan dalam balutan selimut hitam tanpa mengenakan pakaian, hanya mengenakan smart watch, dengan wajah tertutup dua lapis masker serta dua handuk yang menutupi mulut dan hidung. Hingga kini, kematian MF masih misterius.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)