Menteri Pendidikan India Tanggapi Tuntutan Mundur dari Partai Kecoak
Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, menanggapi demonstrasi Partai Kecoak yang menuntut pengunduran dirinya terkait dugaan kebocoran ujian masuk sekolah kedokteran dan tingginya pengangguran. Pradhan menegaskan komitmen pemerintah untuk membahas masalah tersebut di parlemen, namun menuding aksi itu dimanfaatkan politikus oposisi. Perdana Menteri Modi juga berjanji menghukum pelaku kebocoran dan memperbaiki sistem ujian.
Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, akhirnya angkat bicara terkait gelombang demonstrasi yang digerakkan oleh Partai Kecoak. Aksi massa tersebut menuntut pengunduran dirinya sebagai bentuk protes atas dugaan kebocoran ujian masuk sekolah kedokteran dan tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda.
Partai Kecoak, yang secara resmi bernama Cockroach Janata Party (CJP), merupakan gerakan sosial yang lahir sebagai wadah protes terhadap pemerintah. Nama partai ini sengaja dipilih untuk menyindir partai penguasa, Bharatiya Janata Party (BJP), yang kerap disingkat BJP.
Dalam pernyataan resminya, Pradhan menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpin Narendra Modi berkomitmen penuh untuk mengatasi kekhawatiran generasi muda, termasuk membahas ujian seleksi masuk sekolah kedokteran atau NEET. "Pemerintah kami tetap 100 persen berkomitmen untuk membahas NEET dan mengatasi setiap kekhawatiran yang sah dari kaum muda kami di parlemen," ujarnya pada Selasa (21/7) seperti dikutip Reuters.
Namun, Pradhan juga menuding demonstrasi tersebut telah ditunggangi oleh politikus lain yang bertujuan melemahkan pemerintahan saat ini. Ia menegaskan bahwa para mahasiswa di India pantas mendapatkan perlakuan yang lebih baik daripada sekadar dijadikan alat dalam kampanye politik. Pernyataan ini merujuk pada seruan ketua partai oposisi Kongres, Rahul Gandhi, yang memanfaatkan aksi tersebut untuk mengajak mahasiswa bergabung dalam protes.
Pradhan menambahkan bahwa pemerintah berutang jawaban, reformasi, dan akuntabilitas kepada para pelajar. "Kita berutang kepada mereka jawaban, reformasi, dan akuntabilitas. Itulah tepatnya yang menjadi komitmen pemerintah kita untuk diwujudkan," tegasnya.
Sebelum komentar Pradhan, Perdana Menteri Narendra Modi juga telah merespons tuntutan para demonstran. Modi berjanji akan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran ujian masuk sekolah kedokteran dan meminta parlemen untuk menciptakan sistem ujian yang anti curang.
Kemarahan dan protes kelompok muda terkait ujian ini menjadi tantangan terbesar bagi Modi di masa jabatan ketiganya. Lonjakan popularitas Partai Kecoak mencerminkan frustrasi di kalangan generasi Z India terhadap isu lapangan pekerjaan dan skandal kebocoran ujian yang dianggap kerap terjadi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)