Rusia Hadir di G20 Atlanta, Sejumlah Pejabat Eropa Ancam Walk Out dan Foto Bersama Dibatalkan
Pertemuan tingkat menteri luar negeri G20 di Atlanta memanas akibat kehadiran Menlu Rusia Sergey Lavrov. Sejumlah pejabat Eropa mengancam walk out dan menolak foto bersama, membuat Menlu AS Marco Rubio membatalkan sesi foto. Diskusi tetap berjalan dengan sorotan pada konflik global, kebebasan navigasi, dan persiapan KTT G20 di Miami.
Pertemuan tingkat menteri luar negeri negara-negara G20 di Atlanta, Amerika Serikat, yang dimulai Jumat (30/10), berlangsung penuh ketegangan. Situasi memanas bahkan sebelum diskusi resmi dimulai akibat penolakan keras terhadap kehadiran Rusia dalam forum tersebut.
Sejumlah pejabat Eropa mengancam akan melakukan walk out daripada harus berada dalam satu bingkai foto dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Akibatnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memutuskan membatalkan agenda sesi foto bersama. Meski begitu, rangkaian diskusi tetap dilanjutkan sesuai rencana.
Dalam forum itu, Rubio menyerukan persatuan dengan menyatakan dunia tengah menghadapi krisis ekonomi dan politik yang saling berkaitan. Menurutnya, krisis tersebut mengancam pasokan energi dan pangan, perdagangan, serta kebebasan navigasi. Ia menegaskan tantangan ini tidak hanya berdampak pada Amerika Serikat, tetapi juga seluruh dunia.
"Kita berada di titik kritis. Saya menyebutnya sebagai momen untuk menentukan pilihan," ujar Rubio, dikutip dari The National News Desk.
Pertemuan ini dibayangi berbagai konflik global, mulai dari perang Rusia di Ukraina, konflik AS-Israel melawan Iran, tarif perdagangan AS, hingga agresivitas manuver di Laut China Selatan. Laporan Associated Press mencatat deretan ketegangan tersebut memicu lonjakan harga bahan bakar dan menciptakan ketidakpastian dalam sistem perdagangan global.
Beberapa pejabat Eropa menyatakan keengganan tampil satu bingkai dengan Lavrov. Pemerintah Inggris menyebut memiliki kebijakan jangka panjang menolak pertemuan bilateral langsung dengan menteri Rusia sejak invasi ke Ukraina pada 2022. Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw menilai pembatalan sesi foto sebagai keputusan yang tepat, sementara Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan tidak ada keadaan yang normal dengan Rusia, meski mengakui para pejabat tetap perlu berdialog untuk mendiskusikan perbedaan pandangan.
Daftar undangan juga menjadi sorotan. Ukraina, yang menjadi episentrum konflik dengan Rusia, tidak diundang dengan dalih dari pejabat AS bahwa negara tersebut bukan anggota resmi G20. Afrika Selatan, satu-satunya negara Afrika sekaligus pendiri G20, juga absen menyusul riwayat perselisihan dengan Pemerintahan Trump. Pejabat Afrika Selatan menegaskan ketidakhadiran mereka bukan atas keinginan sendiri dan menyatakan siap kembali berpartisipasi saat Inggris mengambil alih keketuaan G20 tahun depan.
Terlepas dari polemik tersebut, pihak AS menyatakan agenda diskusi menteri tetap menyoroti isu kebebasan navigasi di sejumlah perairan strategis, meliputi Selat Hormuz, Laut Merah, Laut Hitam, dan Laut China Selatan. Eskalasi militer di Timur Tengah juga membayangi pertemuan, dengan pejabat AS memperingatkan sejumlah negara Timur Tengah dan sekutu regionalnya untuk bersiaga menghadapi kemungkinan berlanjutnya aksi militer AS terhadap Iran pascapemilu paruh waktu pada Selasa mendatang, sekaligus bersiap menghadapi potensi serangan balasan dari Teheran.
Pertemuan tingkat menteri di Atlanta ini merupakan persiapan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin G20 yang akan diselenggarakan Trump di resor golf miliknya di Miami pada Desember mendatang. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)