Kantor Presiden Israel Bantah Isu Netanyahu-Eisenkot Bagi Kursi PM, Sebut Kabar Palsu

Wacana pembagian kekuasaan antara blok Benjamin Netanyahu dan Gadi Eisenkot mencuat setelah pemilu Israel belum menghasilkan mayoritas. Dalam usulan itu, Netanyahu memimpin dua tahun lalu menyerahkan jabatan PM ke Eisenkot, dengan syarat pengampunan kasus korupsi. Namun kantor Presiden Isaac Herzog membantah laporan Channel 14 dan menyebutnya sebagai kebohongan total.

Oct 30, 2026 - 08:02
Updated: 1 day ago
0
Kantor Presiden Israel Bantah Isu Netanyahu-Eisenkot Bagi Kursi PM, Sebut Kabar Palsu
Kantor Presiden Israel Bantah Isu Netanyahu-Eisenkot Bagi Kursi PM, Sebut Kabar Palsu

Wacana pembagian kekuasaan antara kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemimpin oposisi Gadi Eisenkot mencuat setelah pemilihan umum Israel belum menghasilkan mayoritas di parlemen. Usulan itu pertama kali dilaporkan stasiun televisi Israel, Channel 14, yang menyebut kedua partai peraih suara terbanyak berpotensi berkoalisi dengan mengabaikan partai-partai Arab.

Dalam skenario yang dilaporkan tersebut, Netanyahu akan memimpin pemerintahan selama dua tahun pertama sebelum menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Eisenkot. Sebagai imbalannya, Eisenkot disebut harus mundur dari dunia politik dan menerima pengampunan penuh atas kasus korupsi yang membelit Netanyahu. Langkah itu dikabarkan bertujuan agar Netanyahu dapat melanjutkan kerja sama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Channel 14 juga melaporkan bahwa Presiden Israel Isaac Herzog tengah mendorong kesepakatan tersebut sebagai jalan keluar dari kebuntuan politik. Menurut laporan itu, Herzog telah mengupayakan kesepakatan serupa selama dua tahun, jauh sebelum masa kampanye dan pengumuman hasil pemilu. Usulan itu disebut berpotensi menjadi pilihan bila komposisi kursi parlemen tidak berubah.

Namun kantor Herzog dengan tegas membantah laporan tersebut. Mereka menyebut kabar soal kesepakatan pembagian kekuasaan itu sebagai kebohongan total. "Hal itu tidak pernah terjadi. Kami tidak terlibat dalam spekulasi mengenai proses penugasan pembentukan pemerintahan," demikian pernyataan kantor Herzog, seperti dikutip Middle East Monitor.

Kantor presiden menjelaskan bahwa hasil resmi pemilu baru akan diserahkan kepada Herzog pada Rabu (4/11) pekan depan. Setelah itu, Herzog akan memulai konsultasi dengan berbagai faksi parlemen sesuai kewenangan konstitusionalnya.

Sementara itu, hasil sementara yang dirilis Channel 12 Israel pada Rabu (21/10) malam menunjukkan blok pendukung Netanyahu memperoleh 53 kursi berdasarkan 85 persen suara yang telah dihitung, tidak termasuk surat suara khusus. Blok oposisi yang dipimpin Eisenkot melalui Partai Yashar meraih 48 kursi, sedangkan partai-partai Arab total mendapatkan 19 kursi.

Dengan hasil sementara tersebut, belum ada blok politik yang mencapai 61 kursi untuk mengamankan mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 kursi. Penghitungan suara masih berlangsung, termasuk surat suara khusus dari tentara, tahanan, diplomat, serta pemilih yang sedang dirawat di rumah sakit.

Komite Pemilihan Pusat Israel mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen, naik 7,1 poin persentase dibandingkan pemilu 2022 dan menjadi yang tertinggi sejak 1999. Netanyahu sendiri telah menjalani persidangan selama bertahun-tahun atas sejumlah tuduhan korupsi, termasuk penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan kepercayaan. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadapnya atas dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User