Rapat Parlemen Armenia Berakhir Rusuh, Anggota Oposisi Berdarah dan Kursi Beterbangan

Rapat parlemen Armenia berubah ricuh setelah anggota partai berkuasa Taron Chakhoyan melontarkan penghinaan kepada keluarga pemimpin oposisi. Bentrokan fisik pecah, seorang anggota oposisi mengalami hidung berdarah, pakaian sejumlah anggota robek, dan kursi dilempar. Insiden ini menjadi perkelahian ketiga di gedung parlemen sepanjang bulan ini.

Oct 30, 2026 - 12:02
Updated: 9 hours ago
0
Rapat Parlemen Armenia Berakhir Rusuh, Anggota Oposisi Berdarah dan Kursi Beterbangan
Rapat Parlemen Armenia Berakhir Rusuh, Anggota Oposisi Berdarah dan Kursi Beterbangan

Suasana rapat parlemen Armenia mendadak kacau pada Kamis (29/10) setelah seorang anggota parlemen dari partai berkuasa melontarkan ejekan yang menyinggung keluarga pemimpin oposisi. Insiden itu memicu baku hantam yang membuat sejumlah anggota parlemen terluka, termasuk satu orang yang mengalami hidung berdarah.

Bentrokan tersebut menjadi perkelahian ketiga yang terjadi di dalam gedung parlemen Armenia sepanjang bulan ini. Sejumlah anggota parlemen dilaporkan mengalami kerusakan pakaian akibat tarik-menarik dan kekacauan yang berlangsung di ruang sidang.

Menurut laporan Al Jazeera, kekacauan bermula ketika Taron Chakhoyan, anggota parlemen dari partai berkuasa Civil Contract, berpidato di depan mimbar. Dalam pidatonya, ia melontarkan penghinaan pribadi kepada Mesrop Manukyan, anggota oposisi dari faksi Hayastan (Armenia). Chakhoyan menyebut Manukyan sebagai asisten Manvel, yang diduga merujuk pada mantan jenderal Manvel Grigoryan dan skandal makanan kaleng yang pernah menyeret namanya.

Chakhoyan juga menyerang Narek Karapetyan, pemimpin faksi Strong Armenia, beserta keponakannya yang merupakan pengusaha, Samvel Karapetyan. Ia mengomentari keluarga Karapetyan dan menyinggung usulan kontroversial dari salah satu kerabatnya untuk membentuk kementerian yang konon bertujuan memuaskan perempuan.

"Permisi, itu bukan salah saya kalau mereka bersiap membentuk sebuah kementerian yang, dalam bahasa mereka, bertujuan untuk memuaskan seluruh wanita," ujar Chakhoyan seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan itu memancing kemarahan Karapetyan dari tempat duduknya. Chakhoyan membalas dengan meneriaki Karapetyan dan menyebutnya tidak tahu sopan santun. Anggota oposisi kemudian mendekati kubu partai berkuasa, dan saling dorong pun dengan cepat berubah menjadi bentrokan fisik.

Adu pukulan dan tendangan terjadi selama kurang lebih 30 menit. Sebuah kursi bahkan dilemparkan ke arah lawan. Wakil Ketua Parlemen Vahagn Aleksanyan dilaporkan ikut melemparkan kursi ke arah anggota parlemen oposisi, sementara seorang anggota dari partai berkuasa sampai terjatuh ke lantai.

Sidang akhirnya dihentikan oleh Rubinyan, dan petugas keamanan parlemen turun tangan untuk melerai. Meski para anggota parlemen telah dipindahkan keluar dari ruang sidang, keributan dilaporkan masih berlanjut di lobi parlemen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User