Kim Jong Un Ingin Korea Utara Kuasai Teknologi Drone dan AI Militer
Kim Jong Un meminta Korea Utara meraih keunggulan absolut dalam teknologi drone dan memprioritaskan kecerdasan buatan pada sistem persenjataan nirawak. Seruan itu disampaikan saat ia menghadiri pameran drone yang menampilkan drone serang bunuh diri, rudal jelajah taktis, dan peluncur roket multi-laras 600mm. Pengamat menilai langkah ini sebagai upaya Pyongyang mentransformasi militer sekaligus menutup peluang dialog dengan Korea Selatan.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan ambisi negaranya untuk unggul dalam teknologi pesawat nirawak. Ia meminta jajarannya menggenjot pengembangan drone dan kecerdasan buatan di tengah kondisi global yang dinilai tidak stabil.
Seruan itu disampaikan Kim saat menghadiri pameran sekaligus demonstrasi teknologi penerbangan tanpa awak. Media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Jumat (30/10) melaporkan bahwa Kim ingin negaranya meraih keunggulan absolut dalam teknologi drone.
Dalam acara tersebut, sejumlah perangkat militer ditampilkan, mulai dari drone serang bunuh diri taktis, rudal jelajah taktis, drone serbaguna, hingga satu batalyon peluncur roket multi-laras berkaliber 600mm. Foto-foto yang dirilis KCNA memperlihatkan momen ketika pesawat nirawak menabrak kendaraan militer di atas bukit dan meledak dalam kobaran api.
Menurut KCNA, Kim menilai pengejaran keunggulan teknologi drone sebagai pilihan yang sangat diperlukan. Alasannya, sifat peperangan modern dinilai bergerak sangat dinamis sehingga Korea Utara perlu mengantisipasi perkembangan itu.
Kim juga menekankan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan tingkat tinggi pada sistem persenjataan nirawak harus menjadi prioritas utama negaranya. Pernyataan ini bukan kali pertama ia mendorong pengembangan drone dan AI untuk keperluan militer.
Media pemerintah Korea Utara menyebut Kim memang menempatkan AI sebagai prioritas dalam modernisasi persenjataan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pyongyang memperkuat kemampuan militernya.
Pengamat dari Universitas Kyungnam, Korea Selatan, Lim Eul Chul, menilai Korea Utara tampaknya sedang mentransformasi militernya dengan menitikberatkan pada drone dan AI. Ia menduga langkah itu diambil karena Pyongyang belajar dari perang di Ukraina dan Timur Tengah.
Lim juga menilai aksi Kim memamerkan persenjataan secara besar-besaran bertujuan menutup kemungkinan dialog dan negosiasi dengan Korea Selatan. Dengan begitu, pameran drone dan AI itu bukan sekadar unjuk teknologi, tetapi juga sinyal politik dari Pyongyang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)