Iran Beri Ultimatum ke AS: Jika Diserang Lagi, Semua Aset Amerika Jadi Sasaran
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menginstruksikan komandan militer menyerang semua aset AS jika Iran kembali diserang. Ia menegaskan respons tanpa batasan geografis dan meminta target diperbarui agar aset AS dan Israel berada dalam jangkauan. Pernyataan ini muncul di tengah laporan kemungkinan serangan besar AS ke Iran pada 4 November.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengeluarkan instruksi tegas kepada para komandan militer untuk menyerang seluruh aset Amerika Serikat apabila Iran kembali menghadapi serangan. Pernyataan tersebut disiarkan stasiun TV pemerintah IRIB pada Sabtu (31/10), seperti dikutip CNN Indonesia.
Dalam pernyataannya, Mojtaba menegaskan bahwa tanggapan terhadap segala bentuk ancaman dan serangan dari AS beserta sekutunya harus diberikan secara segera dan efektif, tanpa batasan geografis. Ia juga mengaku telah meminta target serangan diperbarui agar semua aset AS dan Israel berada dalam jangkauan Iran.
Pernyataan itu disampaikan usai Mojtaba bertemu dengan para pejabat militer. Instruksi ini muncul di tengah meningkatnya ancaman serangan baru dari AS dan Israel terhadap Iran.
Sejumlah media melaporkan bahwa Washington kemungkinan akan meluncurkan serangan besar ke Iran pada Rabu (4/11), sehari setelah pemilihan paruh waktu AS. Serangan tersebut disebut-sebut akan melibatkan Mother of All Bombs yang menargetkan Gunung Pickaxe.
Pekan lalu, AS dikabarkan telah mengirim 10 pesawat angkut militer ke Israel serta sejumlah pesawat militer tambahan ke pangkalan-pangkalan di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar. Satu unit kapal induk dan korps marinir juga disebut akan tiba di Timur Tengah pada November.
Dalam keterangan yang sama, Mojtaba memperingatkan bahwa serangan apa pun yang diluncurkan terhadap Iran akan dibalas sekuat-kuatnya hingga AS tak mampu berkutik. "Jika musuh kembali meluncurkan serangan militer atau teroris, maka angkatan bersenjata Iran dan negara Iran yang akan menentukan waktu dan kondisi untuk mengakhiri mereka," ucapnya, seperti dikutip Anadolu Agency.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)