IRGC Klaim Jatuhkan Drone AS di Selat Hormuz, Ledakan Mewarnai Pulau Qeshm
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim menembak jatuh drone MQ-9 dan dua drone MQM-170 milik AS di kawasan Selat Hormuz. Klaim itu muncul bersamaan dengan laporan lima ledakan di Pulau Qeshm serta pernyataan Presiden Trump yang menyebut kesepakatan AS-Iran akan tercapai.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone MQ-9 milik Amerika Serikat di perairan sebelah timur Selat Hormuz pada Selasa (3/11). Pernyataan tersebut disampaikan IRGC melalui kantor berita Fars, yang menyebut drone itu ditembak jatuh menggunakan sistem pertahanan udara canggih terbaru mereka.
Dalam klaimnya, IRGC menyatakan drone MQ-9 tersebut merupakan unit ke-55 milik AS yang berhasil dihancurkan. Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim Teheran tersebut.
Pada pernyataan terpisah, IRGC juga mengungkapkan bahwa pasukannya menjatuhkan dua drone MQM-170 milik AS pada hari yang sama. Drone jenis pengintai itu disebut terdeteksi di sebelah selatan Pulau Qeshm, Selat Hormuz. Dengan tambahan tersebut, IRGC mengklaim total drone AS jenis ini yang berhasil ditangkap pasukannya kini mencapai empat unit.
Bersamaan dengan itu, Al Jazeera melaporkan terdengarnya lima ledakan di Pulau Qeshm, Iran, berdasarkan informasi dari kantor berita resmi IRNA. IRNA juga melaporkan bahwa warga Qeshm sempat melihat dua pesawat terbang melintasi pulau tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah situasi diplomatik yang memanas sekaligus menunjukkan tanda-tanda perundingan. Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran akan segera tercapai, seiring dilaporkannya kembali negosiasi antara kedua negara.
Melalui unggahan di Truth Social menjelang pemilihan paruh waktu pada Selasa (3/11), Trump menulis bahwa harga minyak turun tajam hampir US$10 per barel sebagai rekor, karena pasar merasa tidak akan ada perang dengan Iran. Ia juga menyatakan Iran menginginkan penyelesaian secepat mungkin.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin menyebut pembicaraan dengan AS melalui mediator berlangsung sangat intensif. Menurutnya, Qatar dan Pakistan memainkan peran mediasi yang sangat aktif dalam negosiasi tersebut.
Sementara itu, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menilai pertukaran pesan dengan AS melalui perantara menunjukkan pengakuan Washington atas kemenangan Teheran dalam perang di Timur Tengah. Ia menyebut musuh gagal mencapai satu pun tujuannya dalam dua perang terakhir, meski AS terus melakukan berbagai manuver.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)