Gorong-gorong Tersumbat Bikin Air Meluap di Koto Baru Solok, BPBD Turun ke Lokasi
Hujan deras di Kabupaten Solok memicu luapan air dan genangan di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung. BPBD Kabupaten Solok menduga luapan akibat gorong-gorong tersumbat dan langsung melakukan pemantauan serta evakuasi di kawasan terdampak, termasuk Panti Asuhan Muhammadiyah dan ruas jalan nasional. BPBD akan berkoordinasi dengan BPJN untuk menangani saluran air yang tersumbat.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Minggu (18/10/2026) sore hingga malam memicu luapan air dan genangan di sejumlah titik di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung. Kondisi tersebut membuat kawasan permukiman dan jalan nasional setempat terdampak.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok bergerak cepat ke lokasi untuk memantau situasi, melakukan pengamanan, sekaligus mengevakuasi kawasan terdampak. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Panti Asuhan Muhammadiyah dan sepanjang ruas jalan nasional di Nagari Koto Baru.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul menyebut luapan air diduga disebabkan gorong-gorong yang tersumbat di beberapa titik. Akibatnya, aliran air terhambat dan menimbulkan genangan di kawasan Nagari Koto Baru.
"Berdasarkan hasil pemantauan sementara, luapan air ini diduga akibat tersumbatnya gorong-gorong di beberapa titik. Kondisi tersebut menghambat aliran air sehingga terjadi genangan di kawasan Nagari Koto Baru," ujar Khairul.
Untuk menangani persoalan itu, BPBD Kabupaten Solok akan berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Fokusnya adalah menangani titik-titik yang terdampak, terutama saluran air yang tersumbat agar aliran kembali normal.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan BPJN agar titik-titik yang mengalami hambatan aliran air dapat ditangani. Dengan begitu, aliran air diharapkan kembali lancar dan risiko genangan dapat diminimalkan," kata Khairul.
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Solok telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait potensi hujan yang berlangsung hingga sore dan malam hari. Khairul meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir maupun dampak cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di sekitar lokasi terdampak.
"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintasi jalan yang tergenang dan menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana," tuturnya.
BPBD Kabupaten Solok juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap perubahan kondisi cuaca dan tetap mengutamakan keselamatan selama hujan berlangsung.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)