Udara Sumbar Tak Merata, Payakumbuh Paling Buruk dan Warga Diminta Waspada

DLH Sumbar mencatat indeks kualitas udara hari ini umumnya baik, tetapi sejumlah wilayah masih rentan. Payakumbuh menjadi kota dengan udara terburuk, AQI US 151 kategori Tidak Sehat, disusul Bukittinggi dan Padang Panjang. Pariaman paling baik dengan AQI 116. DLH Kota Padang mengimbau warga memakai masker dan membatasi aktivitas luar ruangan.

Oct 19, 2026 - 12:02
Updated: 18 hours ago
0
Udara Sumbar Tak Merata, Payakumbuh Paling Buruk dan Warga Diminta Waspada
Udara Sumbar Tak Merata, Payakumbuh Paling Buruk dan Warga Diminta Waspada

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Barat mencatat kualitas udara di sejumlah wilayah provinsi ini masih berada pada kondisi rentan, meski secara umum indeks hari ini menunjukkan perbaikan. Data tersebut juga diperkuat pantauan situs AQI Air yang menempatkan beberapa kota di Sumbar pada level tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kota Payakumbuh menjadi wilayah dengan kualitas udara paling buruk. Indeks AQI US tercatat 151 atau masuk kategori Tidak Sehat, dengan kadar PM2.5 mencapai 55,7 µg/m³. Kecepatan angin di kota itu sangat rendah, hanya 2 km/jam, sehingga polutan tertahan di permukaan.

Setelah Payakumbuh, Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang menyusul dengan AQI 142. Keduanya berada dalam kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif.

Di sisi lain, Kota Pariaman tercatat memiliki kualitas udara paling baik di antara sejumlah kota di Sumbar dengan AQI 116. Kondisi itu terbantu kecepatan angin yang cukup tinggi mencapai 17 km/jam sehingga membantu penyebaran polutan.

Sementara itu, hingga pukul 15.00 WIB, indeks kualitas udara Kota Padang berada di AQI 133 dengan kecepatan angin berkisar hanya 4 km/jam.

Kondisi ini sejalan dengan prakiraan cuaca BMKG yang menyebut udara kabur masih mendominasi sebagian besar wilayah Sumbar pada hari ini.

Menghadapi kondisi tersebut, DLH Kota Padang melalui akun Instagramnya mengimbau masyarakat untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta membatasi durasi kegiatan di luar rumah agar risiko paparan polusi udara dapat ditekan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User