Demo Susulan Diperkirakan Memanas, Prancis Siap Kerahkan Polisi dalam Jumlah Besar
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu berjanji mengerahkan polisi dalam jumlah besar untuk mengamankan demonstrasi akhir pekan ini setelah demo sebelumnya berujung rusuh. Sekitar 500 ribu orang turun ke jalan terkait tingginya biaya hidup, memicu penjarakan dan pembakaran. Pemerintah memberlakukan jam malam parsial di Paris dan sejumlah kota serta melarang kerumunan di Champs-Elysees.
Pemerintah Prancis di bawah Perdana Menteri Sebastien Lecornu memastikan akan menurunkan aparat kepolisian dalam jumlah besar guna mengamankan gelombang demonstrasi yang diperkirakan kembali berlangsung pada akhir pekan ini. Langkah itu diambil setelah pemerintah menghadapi kritik tajam atas penanganan demo besar sebelumnya yang berakhir ricuh.
Lecornu mengakui bahwa pengamanan pada aksi sebelumnya belum memadai. Pengakuan tersebut disampaikannya saat menghadapi kritik dari anggota parlemen pada Selasa (20/10). "Pengerahan aparat untuk hari Sabtu mendatang akan dilakukan dalam jumlah besar," ujarnya, seperti dikutip AFP.
Dalam pernyataannya, Lecornu menuding kelompok radikal sayap kiri berada di balik penyusunan "rencana pemberontakan" yang memicu kerusuhan. Namun, sejumlah analis menilai bahwa persoalan imigrasi bukanlah penyebab utama dari kerusuhan yang terjadi.
Aksi demonstrasi sendiri berlangsung di tengah gelombang protes nasional yang dipicu tingginya biaya hidup. Sekitar 500 ribu orang dilaporkan turun ke jalan di berbagai wilayah Prancis sebelum bentrokan dan penjarakan terjadi pada Sabtu lalu. Massa membakar sejumlah toko dan bangunan publik.
Kerusuhan tersebut mendorong sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, China, dan Jerman, mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warga negara mereka di Prancis. Pemerintah Prancis pun bergerak memperketat pengamanan dengan mengumumkan jam malam parsial di Paris dan sejumlah kota lain pada Senin (19/10).
Menurut Lecornu, jam malam tambahan akan diberlakukan di wilayah-wilayah yang membutuhkan pengamanan lebih ketat. Di Paris, jam malam dimulai pukul 21.00 GMT pada Selasa (20/10), mencakup Place de la République di bagian timur pusat kota serta kawasan pertokoan Les Halles.
Pemerintah juga melarang warga berkumpul di kawasan Champs-Élysées yang berdekatan dengan gedung publik dan sejumlah stasiun kereta api. Selain itu, polisi melarang sementara masyarakat membawa jeriken atau botol berisi bensin dan bahan bakar lainnya.
Kebijakan tersebut diterapkan setelah massa membakar sejumlah gedung pemerintah dan toko pada akhir pekan lalu. Dengan pengamanan yang diperkuat, pemerintah berupaya mencegah terulangnya kerusuhan saat demonstrasi lanjutan digelar.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)