Anker Lebur Semua Merek Jadi Satu Nama, Incar 150 Toko di Indonesia dalam Tiga Tahun
Anker Innovations menyatukan seluruh merek turunannya seperti SOLIX, eufy, dan soundcore ke bawah satu nama utama, Anker, lewat konsep One Anker. Perusahaan menargetkan jaringan ritelnya di Indonesia bertambah dari 70 menjadi 150 toko dalam tiga tahun, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan brand lokal dan komunitas Anker Baby.
Anker Innovations resmi menyatukan seluruh merek turunannya ke dalam satu payung utama melalui konsep One Anker. Langkah ini diperkenalkan dalam Grand Launching One Anker di Jakarta pada Kamis (29/10), yang sekaligus menjadi ajang peluncuran sejumlah produk baru, mulai dari TWS hingga power bank.
Perjalanan Anker dimulai pada 2011 sebagai produsen perangkat charging. Seiring waktu, perusahaan membangun sejumlah merek turunan yang masing-masing fokus pada satu lini produk, seperti SOLIX untuk power station, eufy untuk smart home, eufyMake untuk perangkat kreatif, dan soundcore untuk audio. Kini semuanya dilebur ke bawah nama Anker.
"Hari ini, kami sangat senang untuk mengumumkan bahwa kami menyatukan seluruh merek produk kami yang sebelumnya terpisah ke bawah satu nama utama, Anker," ujar Leon Wu, General Manager Anker Innovations Asia Tenggara.
Konsep One Anker dibagi menjadi dua kategori, yakni Anker for You untuk personal gadget dan Anker for Home untuk perangkat rumah tangga. Menurut Wu, langkah ini menjadi upaya perusahaan mengintegrasikan perangkat digital modern yang semakin saling terhubung. Anker mengklaim telah dipercaya lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 180 negara.
Wu menegaskan pasar Indonesia memegang peran penting dalam perjalanan global Anker. Pengguna di Tanah Air dinilainya sebagai digital savvy yang menuntut teknologi praktis, andal, dan memberi nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penggabungan merek juga disebut akan membuat investasi pemasaran lebih efisien karena seluruh sumber daya difokuskan pada satu nama utama, bukan terbagi untuk membangun lima merek sekaligus.
Dari sisi bisnis di Indonesia, Brand Manager Anker Innovations Indonesia Vini Millatina Urfani menyebut perusahaan akan memperluas jaringan ritel yang saat ini mencapai 70 toko. "Harapannya kami bisa achieve 150 (toko) dalam tiga tahun ke depan. Komitmen kami jelas, kami ingin lebih dekat dengan konsumen agar konsumen bisa merasakan langsung," katanya.
Selain ekspansi toko, Anker menjalin kolaborasi dengan brand lokal seperti Issue, brand aksesoris asal Indonesia. Kerja sama ini diharapkan membuat Anker tidak hanya dikenal sebagai personal gadget, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup.
Anker juga membangun komunitas pengguna, salah satunya Anker Baby, yang bekerja sama dengan para ibu menyusui dan pakar laktasi di Indonesia. Produk yang lahir dari komunitas ini antara lain Anker eufy Pompa ASI Handsfree S2 Pro yang dikembangkan bersama lebih dari 1.000 ibu, dengan teknologi VibraPump lima mode serta HeatFlow 2.0 tujuh tingkat suhu.
"Dengan teknologi kita (ibu menyusui bisa menghasilkan) 35 persen ASI lebih banyak dan 30 persen waktu pumping menjadi lebih efektif. Jadi ibu bisa menikmati pengalaman pumping yang lebih nyaman," ujar Brand Manager Baby & Appliances Anker Innovations Indonesia Nanda Yusnita. Pada acara yang sama, Anker turut memperkenalkan Anker Soundcore AeroClip 2 berchip AI dan Anker MagGo Power Bank 2 Pro dengan teknologi SnapCool built-in.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)