Asap Karhutla RI Kembali Selimuti Malaysia dan Singapura, Kemlu Beri Respons Begini
Kementerian Luar Negeri RI merespons keluhan Malaysia dan Singapura terkait kabut asap akibat karhutla di Indonesia. Kemlu menyatakan belum menerima protes resmi, namun terus memantau dan berkoordinasi untuk pencegahan serta penanganan, termasuk melalui mekanisme ASEAN.
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia akhirnya angkat bicara terkait kabut asap yang kembali menyelimuti Malaysia dan Singapura akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam negeri. Meski demikian, pihaknya mengaku belum menerima protes resmi dari negara-negara tetangga tersebut.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A Mulachela, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan karhutla secara seksama. Ia menyebutkan bahwa berbagai koordinasi telah dilakukan untuk mencegah dan menangani dampak kebakaran, dengan fokus meminimalisir risiko bagi masyarakat dan lingkungan.
"Kementerian Luar Negeri RI mengikuti secara seksama perkembangan kebakaran hutan dan lahan ini. Pemerintah melakukan berbagai koordinasi untuk langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang terpadu dengan meminimalisir dampak bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Nabyl dalam konferensi pers di kantor Kemlu RI, Kamis (13/8).
Lebih lanjut, Nabyl menjelaskan bahwa terlepas dari ada atau tidaknya keberatan resmi dari negara lain, Kemlu RI tetap berkoordinasi dengan berbagai kementerian terkait serta negara-negara lain. Indonesia juga memanfaatkan mekanisme pemantauan dan pertukaran informasi di bawah kerangka ASEAN, khususnya melalui ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution.
Pemerintah, lanjut Nabyl, telah menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk mengatasi karhutla, antara lain meningkatkan kesiapsiagaan, patroli, pemadaman darat, water bombing, serta penegakan hukum. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran asap yang kerap menjadi keluhan negara tetangga.
Sebagaimana diberitakan South China Morning Post, kedekatan geografis membuat Malaysia dan Singapura rentan terdampak asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, terutama saat musim kemarau. Situasi ini pun menjadi perhatian serius bagi kedua negara, yang kerap kali mengeluhkan kualitas udara yang memburuk.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Malaysia maupun Singapura mengenai protes terhadap Indonesia. Namun, respons cepat Kemlu RI menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani isu lintas batas ini, sekaligus menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0