Ratusan Warga Jatijajar Tumpah Ruah Ikuti Kirab Gunungan Merti Dusun Begajah, Tradisi Tetap Hidup di Era Modern

Ratusan warga Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mengikuti Kirab Gunungan Merti Dusun Begajah pada 27 Mei 2026. Tradisi budaya Jawa ini menjadi ungkapan syukur atas panen dan keselamatan, sekaligus mempererat kebersamaan warga di tengah modernisasi. Rangkaian acara meliputi kerja bakti, bersih sendang, kirab budaya, dan pagelaran wayang kulit.

Sep 30, 2026 - 16:02
Sep 30, 2026 - 16:02
 0
Ratusan Warga Jatijajar Tumpah Ruah Ikuti Kirab Gunungan Merti Dusun Begajah, Tradisi Tetap Hidup di Era Modern
Ratusan Warga Jatijajar Tumpah Ruah Ikuti Kirab Gunungan Merti Dusun Begajah, Tradisi Tetap Hidup di Era Modern

Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, kembali menggelar tradisi Kirab Gunungan Merti Dusun Begajah pada Rabu (27/5/2026). Ratusan warga memadati jalanan dusun untuk menyaksikan arak-arakan gunungan hasil bumi yang dihias penuh warna, menandakan tradisi budaya Jawa ini masih tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Gunungan tersebut berisi aneka hasil pertanian, jajanan tradisional, hingga kekayaan lokal lainnya. Setiap elemen dalam gunungan melambangkan doa dan harapan atas panen melimpah, keselamatan, serta keberkahan yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa selama setahun terakhir. Warga dari berbagai usia tampak mengenakan busana adat tradisional, diiringi musik daerah, tabuhan gamelan, dan sorak sorai penuh semangat.

Kepala Desa Jatijajar, Hendrik Supriyanto, menyatakan bahwa tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan keselamatan yang diberikan. "Selain itu, Merti Dusun menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus menjaga budaya lokal agar tetap lestari," ujarnya.

Hendrik menambahkan, semangat gotong royong menjadi pondasi kokoh dalam setiap persiapan hingga pelaksanaan acara. Seluruh warga terlibat mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan, menyiapkan kirab budaya, sampai pagelaran wayang kulit. "Ini menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat masih sangat terjaga," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian tradisi. Melalui karang taruna dan kegiatan seni budaya, anak-anak muda terus didorong agar mencintai warisan daerahnya sendiri sehingga tradisi seperti Merti Dusun tetap hidup.

Kepala Dusun Begajah, Soetijarti, memaparkan makna filosofis tradisi ini. Menurutnya, tradisi ini mengajarkan masyarakat untuk menjaga persatuan, menghormati alam, serta tidak melupakan warisan budaya leluhur yang sudah diwariskan turun-temurun.

Rangkaian Merti Dusun Begajah telah dimulai sejak pertengahan Mei 2026. Kegiatan diawali dengan kerja bakti kebersihan jalan desa pada 17 Mei, dilanjutkan dengan bersih sendang pada 24 Mei, hingga memuncak pada kirab budaya tanggal 27 Mei 2026. Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, dari anak-anak hingga tokoh masyarakat, RT, RW, dan perangkat desa, menunjukkan bahwa kirab budaya ini adalah milik bersama.

Kemeriahan acara tidak berhenti di siang hari. Hingga malam tiba, pagelaran wayang kulit sukses menghibur warga sekaligus menjadi media pelestarian budaya Jawa yang kaya. Antusiasme warga terlihat hingga seluruh rangkaian acara usai.

Masyarakat Desa Jatijajar berharap Merti Dusun Begajah terus berkembang, lestari, dan menjadi ikon wisata budaya unggulan di Kabupaten Semarang. "Harapan kami, Merti Dusun Begajah terus berkembang, tetap lestari, dan menjadi kebanggaan masyarakat Desa Jatijajar," pungkas Soetijarti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0