GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan, Bundo Kanduang Dituntut Jadi Benteng Generasi Muda di Era Digital

GOW Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan bertema peran Bundo Kanduang dalam membimbing generasi muda di era digital. Wakil Bupati Solok H. Candra menekankan sejarah panjang perempuan Minangkabau, sementara Ketua GOW Lian Octavia menyoroti pentingnya peran limpapeh rumah gadang menjaga nilai adat basandi syara' di tengah arus teknologi.

Sep 30, 2026 - 12:02
Sep 30, 2026 - 12:02
 0
GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan, Bundo Kanduang Dituntut Jadi Benteng Generasi Muda di Era Digital
GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan, Bundo Kanduang Dituntut Jadi Benteng Generasi Muda di Era Digital

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan dengan tema "Peran Bundo Kanduang dalam Membimbing Generasi Muda di Era Digitalisasi, Etika dan Estetika Perkawinan Menurut Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah" di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka, Selasa (7/7). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat peran perempuan Minangkabau dalam menjaga nilai adat, membangun karakter generasi muda, serta menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital.

Seminar menghadirkan narasumber Ummi Harneli Bahar dan Bundo Raudah serta diikuti Bundo Kanduang se-Kabupaten Solok, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ketua GOW Kabupaten Solok, perwakilan organisasi wanita, tokoh perempuan, hingga Aliansi Mahasiswa Kabupaten Solok. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang diisi dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif mengenai penguatan nilai-nilai adat di tengah arus modernisasi.

Pemerintah Kabupaten Solok yang diwakili Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.Hi., menegaskan bahwa perempuan Minangkabau memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa dan memajukan pendidikan Islam. Menurutnya, kiprah tokoh-tokoh seperti Rasuna Said, Siti Manggopoh, dan Hajjah Rahmah El Yunusiyyah menjadi bukti besarnya kontribusi perempuan Minangkabau terhadap Indonesia.

Ia juga mengangkat kisah kunjungan Syeikh Al Azhar ke Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang pada 1955 yang didampingi Muhammad Natsir. Saat itu, Syeikh Al Azhar mengapresiasi keberadaan lembaga pendidikan khusus perempuan yang telah lebih dahulu berdiri di Minangkabau. "Al Azhar yang telah berdiri ratusan tahun ketika itu belum terpikir mendirikan sekolah khusus perempuan. Namun di Minangkabau, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah sudah melakukannya. Karena itu beliau mendapat penghargaan luar biasa dari dunia Islam," ujar Candra.

Menurut Wakil Bupati, seminar tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga harus menjadi pemicu lahirnya kembali perempuan-perempuan hebat yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. Ia mengingatkan bahwa ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anak sebagaimana pepatah Arab "Al-Ummu Madrasatul Ula". Karena itu, perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar terhindar dari berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian, minuman keras, premanisme, hingga balapan liar.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami mengapresiasi terselenggaranya seminar ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur adat Minangkabau yang berpijak pada agama dan Kitabullah," katanya sebelum secara resmi membuka seminar.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Solok, Lian Octavia, menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian organisasi perempuan terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga berpotensi mengikis nilai budaya dan karakter apabila tidak diimbangi dengan penguatan dari lingkungan keluarga.

"Di era digitalisasi saat ini, peran Bundo Kanduang sebagai limpapeh rumah gadang menjadi sangat penting dalam membimbing generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai adat basandi syara', syara' basandi Kitabullah," ujarnya. Lian berharap seminar tersebut mampu memperkuat sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah, tokoh adat, serta masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Minangkabau sekaligus membangun generasi yang berkarakter, berakhlak, dan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri.

Melalui Seminar Keminangkabauan ini, GOW Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan peran perempuan sebagai garda terdepan dalam pendidikan keluarga, pelestarian adat, serta pembentukan generasi muda yang tangguh, berbudaya, dan berdaya saing di era digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0