Trump Sebut Ranjau di Selat Hormuz Sudah Dibersihkan, Ancam Hancurkan Kapal Penebar Baru

Presiden AS Donald Trump mengeklaim seluruh ranjau laut di perairan internasional Selat Hormuz telah disingkirkan atau diledakkan. Ia menegaskan kebijakan nol toleransi dan mengancam menghancurkan kapal yang menebar ranjau baru, sementara Iran belum memberi komentar resmi dan terus memperjuangkan kendali penuh atas selat strategis itu.

Sep 28, 2026 - 17:44
Sep 28, 2026 - 17:44
 0
Trump Sebut Ranjau di Selat Hormuz Sudah Dibersihkan, Ancam Hancurkan Kapal Penebar Baru
Trump Sebut Ranjau di Selat Hormuz Sudah Dibersihkan, Ancam Hancurkan Kapal Penebar Baru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa seluruh ranjau laut di perairan internasional Selat Hormuz telah berhasil disingkirkan atau diledakkan. Klaim itu disampaikannya melalui unggahan di Truth Social, yang dikutip Anadolu Agency.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengirim peringatan keras kepada Iran. Menurutnya, kapal atau perahu mana pun yang kedapatan menebar ranjau baru akan dihancurkan seketika dan sistematis. Ia menegaskan AS menganut kebijakan nol toleransi terhadap penebaran ranjau laut di kawasan tersebut.

Trump menambahkan, AS akan memanfaatkan teknologi Space Force untuk memantau setiap jengkal jalur Selat Hormuz. Pemantauan itu juga mencakup Pickaxe Mountain serta tiga lokasi nuklir lain yang disebutnya telah dihancurkan. Hingga kini, belum ada komentar resmi dari Iran terkait pernyataan terbaru Trump tersebut.

Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Penutupan atau gangguan di kawasan ini telah memicu fluktuasi tajam harga minyak di pasar global. Trump berulang kali mengeklaim AS mengendalikan jalur perairan itu, namun Iran disebut telah menembaki kapal-kapal yang dianggap berusaha melintas tanpa izin.

Iran beberapa kali memberi sinyal ingin membangun kendali penuh atas selat tersebut. Baru-baru ini, Iran dilaporkan telah menyepakati mekanisme pengelolaan selat itu dalam negosiasi dengan negara tetangganya, Oman.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menjelaskan bahwa jalur masuk ke Teluk akan melalui perairan Iran, sedangkan jalur keluar melalui perairan teritorial Oman. Menurutnya, kapal akan melewati perairan Iran di kedua jalur tersebut.

Gharibabadi juga menegaskan tidak ada kapal militer yang akan diizinkan melewati Selat Hormuz. Hanya kapal komersial yang diperbolehkan melintas. Ia bahkan menyatakan bahwa jika permintaan Iran tidak dikabulkan, selat itu akan ditutup.

Iran telah berada di bawah sanksi sejak berdirinya Republik Islam pada 1979. Namun, kondisi perekonomian Teheran kian terpuruk akibat perang hingga blokade pelabuhan yang dilakukan AS selama berminggu-minggu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0