Profesor IIUM Dipecat Setelah Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang dan Ajarkan Kungfu ke China
Solehah Yaacob, profesor linguistik di International Islamic University Malaysia (IIUM), dipecat setelah pernyataan kontroversialnya soal sejarah Melayu viral. Ia pernah mengeklaim orang Melayu kuno bisa terbang dan mengajarkan kungfu terbang kepada orang China. IIUM menyatakan Solehah tidak lagi berhak mengklaim hubungan dengan universitas. Solehah menggugat pemecatannya ke Pengadilan Industrial Malaysia.
Seorang profesor linguistik di International Islamic University Malaysia (IIUM), Solehah Yaacob, resmi dipecat dari jabatannya. Pemecatan ini buntut dari sejumlah pernyataan kontroversialnya mengenai sejarah Melayu yang viral dan menuai kecaman di kalangan akademisi. Kabar pemecatan tersebut dilaporkan South China Morning Post (SCMP).
Salah satu pernyataan Solehah yang paling menyita perhatian adalah klaimnya bahwa orang Melayu kuno bisa terbang dan mengajarkan seni kungfu terbang kepada orang China. Pernyataan itu disampaikannya tahun lalu dan langsung memicu kontroversi luas. Sebulan kemudian, ia kembali menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa orang Romawi kuno mempelajari teknik pembuatan kapal dari pelaut Melayu.
Kontroversi tidak berhenti di situ. Awal bulan ini, Solehah menyebut kekayaan bijih besi di Kedah kemungkinan berasal dari hujan meteor. Ia juga melontarkan klaim bahwa Khadijah, istri Nabi Muhammad, memiliki hubungan dengan dunia Melayu. Selain itu, ia pernah mengkritik masyarakat Melayu kuno karena pengaruh Hindu-Buddha dan dikecam akibat artikel akademisnya pada 2018 yang mengutip media satir The Onion sebagai sumber.
Pihak IIUM menegaskan bahwa Solehah tidak lagi berstatus profesor dan tidak berhak mengeklaim hubungan apa pun dengan universitas. "Dia bukan lagi profesor dan tidak berhak mengeklaim hubungan apa pun dengan universitas," demikian pernyataan resmi IIUM. Universitas berharap klarifikasi tersebut dapat menghindari kesalahpahaman serta menjaga integritas dan kedudukan akademik institusi.
Sejumlah sejarawan dan akademisi berulang kali menilai pernyataan-pernyataan Solehah tidak logis dan berpotensi merusak pemahaman sejarah. Kritik terhadap klaim-klaimnya pun terus menguat, terutama karena pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang akademisi dari institusi ternama.
Menanggapi pemecatannya, Solehah mengajukan gugatan ke Pengadilan Industrial Malaysia. Ia menuduh pihak universitas melakukan tindakan tidak profesional. "Saya dipecat dalam waktu 24 jam setelah dianugerahi penghargaan Malaysia Research Assessment oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dan tidak diizinkan mengajukan banding. IIUM ingin membayar saya setara dengan enam bulan gaji tapi saya menolak," ucap Solehah.
Hingga kini, kasus pemecatan Solehah masih bergulir di Pengadilan Industrial Malaysia. Gugatan tersebut menambah panjang polemik antara profesor kontroversial itu dengan pihak universitas yang menaunginya selama ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0